Ditemukan 700 ODGJ di Lumajang

Lumajang, Motim - Jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Lumajang, terbilang besar. Informasi dari kantor Dinas Sosial (Dinsos) Lumajang, ditemukan sedikitnya 700 ODGJ yang tersebar di beberapa desa di 21 Kecamatan.

Jumlah ini diketahui, setelah semua Puskesmas yang ada di Lumajang melakukan pendataan di masing-masing wilayahnya. Dari jumlah ini, ada 86 ODGJ yang ditemukan dalam keadaan terpasung. Namun mereka sudah ditangani.

Hampir Sebulan Ditutup, Jembatan Jurang Mangu Mulai Diperbaiki
Sat Pol PP Tegur Pemilik Toko Yang Menaruh Dagangannya di Trotoar
Soal UU Ormas, Kesbangpol Masih Tunggu Petunjuk
Bersih-Bersih Kota Lumajang

Kepala Seksi Rehabilitasi Disabilitas Dinsos Lumajang, Sulihati mengatakan, mereka yang sebelumnya terpasung sudah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Lawang-Malang untuk mendapatkan perawatan, sehingga kondisinya bisa membaik.

Dari jumlah itu, sudah ada beberapa yang boleh pulang dan kembali ke keluarga. Sulihati menjelaskan, kenapa ada ODGJ yang terpasung, karena pihak keluarga yang kurang peduli pada mereka.

“Pihak keluarga kurang peduli dan tidak mau ambil resiko. Atau takut mereka mengganggu di lingkungan sekitar,” katanya pada Memo Timur, Selasa (7/11).

Untuk menangani ODGJ ini, Dinsos sudah bekerjasama dengan mitra kerja, yakni TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamataan). Di masing-masing kecamatan ada satu orang yang ditugaskan.

Ranuyoso, Semalam 3 Ekor Sapi Dicuri Maling
Punggung Aisyah Terkoyak Celurit Begal, Honda Vario Amblas
Semalam 2 Sepeda Motor Amblas
Perbaiki Administrasi Kepegewaian dengan SIMAK  

Dari 21 orang ini, kemudian dipilih 5, untuk menangani khusus atau pendamping pada ODGJ yang sempat dipasung. “TKSK ini bertugas juga untuk memberi pemahaman pada keluarga yang memiliki anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa,” ucapnya.

Lanjutnya, bagi keluarga yang memiliki anggota keluraga ODGJ, telah diberi bantuan oleh pemerintah. Yakni dalam bentuk sembako. “Kita bantu agar mereka bisa mencukupi kebutuhan,” ujarnya.

Sulihati menambahkan, para keluarga sebaiknya bisa memberlakukan ODGJ dengan super ekstra sabar. Perhatian anggota keluarga kepada mereka juga harus bisa lebih maksimal. “Misalnya teratur meminumkan obat dan juga diajak berdialog,” pungkasnya. (fit)