Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Hujan deras yang mengguyur kawasan lereng gunung Semeru sejak dua pekan terakhir ini, menyebabkan gunung tertinggi di pulau jawa memuntahkan lahar hujan bercampur pasir dan batu. Akibatnya, aktivitas penambang pasir terganggu.
lahar dingin gunung semeru

Seperti yang terjadi di sungai Bondeli, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Air bercampur lumpur pasir dan batu memenuhi sungai Bondeli. Kondisi itu membuat aktivitas masyarakat penambang pasir dan batu terhenti.

Bahkan, salah satu truck pengangkut pasir yang hendak keluar dari lokasi tambang pasir, terpaksa harus bertahan di lokasi tambang hingga beberapa jam, karena lahar semeru datang secara tiba-tiba. Namun, sekitar 2 jam kemudian lahar semeru berangsur surut.

“Alhamdulillah, lahar semeru sudah surut. Saya bersama penambang yang lain bisa beraktivitas kembali. Truck yang sempat bertahan di lokasi, meski belum penuh pasirnya, begitu melihat lahar surut, berusaha keluar dari lokasi, khawatir lahar semeru susulan datang lagi Mas,” ucap Nur Hasan.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Said, sejak hujan terus mengguyur Lumajang, aktivitas penambang pasir disepanjang aliran sungai Bondeli terganggu. Bahkan, apabila lahar semeru datang, penambangan pasir langsung dihentikan.

Sebenarnya, dengan lahar semeru para penambang pasir diuntungkan, karena pasir dan batu semakin berlimpah. Namun, karena masyarakat tak mau beresiko saat bekerja, ketika mengatahui lahar semeru datang, pelaku tambang berhenti.

“Semenjak hujan terus menerus mengguyur lereng semeru, pendapatan menurun. Karena banyak liburnya, wong sungainya lahar Mas,” tambah Said.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: