Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » » » » Guru SD Cabuli Mantan Murid

Lumajang, Motim - Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh ulah bejad seorang oknum guru SD. Sugianto (53), warga Dusun Kampung Templek, Desa/Kecamatan Klakah, yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) ditangkap petugas gabungan Polsek Klakah, gara-gara mencabuli mantan muridnya, sebut saja Melati (14), warga Desa Jeruk, Kecamatan Gucialit.
guru bejad

Kanit Reskrim Polsek Klakah, Bripka Hadi Saputro, SH ketika dikonfirmasi Memo Timur, Rabu (22/11), menjelaskan, Melati adalah mantan murid pelaku saat menimba ilmu pada salah satu SD Negeri di wilayah Kecamatan Gucialit.

Setelah lulus, korban melanjutkan sekolahnya pada salah satu SMP di wilayah Kecamatan Klakah. Karena jarak rumah dengan sekolahnya cukup jauh, korban memilih kost di rumah mantan gurunya alias pelaku tersebut.

Pada Jum’at (17/11), sekitar pukul 01.00 WIB, saat korban tertidur pulas, tiba-tiba pelaku masuk ke dalam kamar korban, lalu mencabuli korban dengan menggerayangi tubuh korban bagian payudara juga kemaluannya.

Ulah bejat pelaku membuat korban terbangun dari tidurnya. Melihat korban bangun, pelaku ketakutan lalu meninggalkan korban. Ketakutan, korban terus menelepon neneknya. Tak lama kemudian, nenek korban datang sambil membawa massa.

Beruntung, sebelum nenek korban datang, pelaku bersama korban telah diamankan lebih dulu ke Polsek Klakah. “Kami dihubungi warga atas kejadian itu, lalu kami bersama anggota yang lain terus menuju ke rumah pelaku mengamankan keduanya ya korban dan pelaku,” ucapnya.

Khawatir terjadi aksi massa, usai dimintai keterangan, pelaku terus dibawa ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Lumajang. Kini penanganan kasus pencabulan ini, sudah dilimpahkan ke unit PPA Sat Reskrim Polres Lumajang. “Pelaku mengakui semua perbuatannya yang dilakukan terhadap korban,” jelasnya.

Menurut keterangan korban, pelaku berulang kali melakukan pencabulan dengan cara memasukkan jarinya ke dalam kemaluan dirinya. Saat itu dirinya memilih diam karena takut diapa-apakan oleh pelaku.

“Maaf baru sekarang memberikan kabar ungkap pencabulan, karena masih sibuk melakukan proses pemeriksaan itu Mas,” kata Kanit Reskrim Polsek Klakah.

Kanit PPA Sat Reskrim Polres Lumajang, Ipda Samsul Hadi ketika dikonfimasi Memo Timur membenarkan jika unit PPA telah menerima perlimpahan penanganan kasus pencabulan dari unit Reskrim Polsek Klakah. “Pelaku sudah kami tahan,” ungkapnya.

Ditanya tentang ulah bejat pelaku dijerat pasal apa, Kanit PPA Sat Reskrim menyampaikan perbuatan pelaku dijerat pasal 82 UU RI No 35 Tahun 2014 atas perubahan UU RI No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. “Dipidana hukuman penjara maksimal 15 Tahun,” pungkasnya.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: