Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Jumlah kuda yang digunakan untuk pertunjukkan kesenian Kuda Kenchak di Lumajang jumlahnya terus bertambah. Saat ini, jika ditotal, dari seluruh sanggar atau komunitas, ada 200 lebih kuda.
indriyanto

“Sebelumnya tidak sampai segitu. Ada peningkatan, kita punya kuota 200 kuda lebih,” kata Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lumajang, Indriyanto pada sejumlah wartawan, Rabu (22/11).

Semua kuda yang ada, merupakan hasil pelatihan yang dilakukan oleh sanggar atau komunitas Jaran Kenchak di Lumajang. Tidak ada kuda yang didatangkan dari luar daerah. Mereka melatih sendiri dengan pembinaan dari Disbudpar.

“Karena di Lumajang komunitas terbesar, bukan hanya di Jatim tapi nasional,” ungkapnya.

Pembinaan dan pendampingan yang dilakukan Disbudpar memang terus dilakukan dengan maksimal. Hal ini demi mengembangkan kesenian ini agar lebih bagus lagi dalam pertunjukkan. Dan sebagai upaya pelestarian.

Sebagai kabupaten yang memiliki hak paten, Jaran Kenchak sebagai warisan budaya bukan benda, Lumajang berkomitmen untuk mengembangkan dan melestarikan kesenian ini. Bahkan beberapa tahun terakhir, digelar Festival Jaran Kenchak dengan mempertunjukkan ratusan kuda.

Festival ini digelar dalam memperingati Hari Jadi Lumajang (Harjalu). Di tahun 2017, fetival bakal digelar lagi pada bulan Desember. Memang tidak semua kuda yang ada bakal ditampilkan dalam festival kali ini.

Indriyanto menyebutkan, ada sekitar 180 kuda yang akan dilibatkan pada Peringatan Harjalu ke-762 nanti. Sementara kuda yang lain tidak bisa diikutsertakan, karena ada sebagian yang sudah mendapat job pertunjukkan.

“Karena sudah musim job atau tanggapan. Jadi ada yang tidak bisa ikut berpartisipasi,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: