Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terbilang masih minim. Utamanya masyarakat yang tinggal di wilayah kota. Hal ini terbukti, banyaknya sampah yang menumpuk di aliran sungai dalam kota, seperti aliran sungai yang terletak di sekitar pasar baru Lumajang.
Ir. Nurul Huda

Saat hujan deras mengguyur wilayah Kota Lumajang, terkadang sungai pasar baru itu tidak mampu menampung debit air sungai, sehingga meluap ke jalan diikuti dengan sampah dan bau tidak sedap.

Tekan Angka Perceraian, Calon Pengantin Harus Ikuti Bimbingan Pra Nikah
Seleksi Panwascam Selesai, Pelantikan Segera Dilakukan
Kambing Senduro Diminati Peternak Malang
Penghargaan LKPD, Bupati: Bukan Hal Mudah Pertahankan WTP 3 Kali Berturut

Kondisi ini direspon cepat oleh pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan melakukan berbagai upaya untuk menciptakan kesadaran masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lumajang, Ir. Nurul Huda saat dikonfirmasi Memo Timur menuturkan, pihaknya sudah melakukan banyak hal agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan utamanya di aliran sungai dengan memasang papan larangan membuang sampah.

Selain itu, pihaknya juga gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang penanganan sampah dengan sistem Reduse Reusi dan Recylce (3R) baik yang tinggal di wilayah kota maupun pedesaan, dengan melibatkan Kelurahan maupun Pemerintah Desa setempat secara bergiliran, yang bertujuan bagaimana menciptakan Kelurahan Berseri dan Desa Berseri.

Tunggu Keputusan, UMK Lumajang Bakal Naik jadi Rp 1.691.040
Ada 7.139 Penerima Kartu Tani di Lumajang

“Kami bersama instansi pemerintah terkait juga gencar melakukan sosialisasi Pro Kali Bersih (Prokasih) diikuti dengan kerja bakti di sepanjang aliran sungai Kali Asem juga sungai kota,” ungkapnya.

Tidak berhenti sampai di situ, pihaknya juga melakukan bimbingan dan penyuluhan serta pembinaan terkait persoalan sampah melibatkan lembaga pendidikan di beberapa sekolah, utamanya sekolah model Adiwiyata.

“Sudah banyak yang kami lakukan. Tapi, masih ada saja masyarakat yang membuang sampah sembarangan, mungkin membuangnya malam. Sebab jika pagi dan siang ada petugas yang mengontrol melakukan pengawasan Mas,” ungkapnya lagi.

Masih kata Nurul, meski demikian pihaknya mengaku tidak berputus asa dan terus memberikan bimbingan dan penyuluhan serta pembinaan ke tengah masyarakat melalui sejumlah kegiatan yang ada di masing-masing kelurahan maupun pemerintah Desa.

Pembudidaya Ikan Selok Awar-Awar Dapat Bantuan Bibit dan Alat
2 Hari Ops Zebra Tilang 400 Kendaraan
TPS Klakah Perlu Penanganan Khusus
LKPD Lumajang Raih Penghargaan dari Pemerintah Pusat

Tujuannya untuk mengikis kebiasan buruk masyarakat seperti membuang sampah sembarangan. “Minimal kebiasaan masyarakat membuang sampah di sembarang tempat berkurang dan tercipta rasa peduli dengan lingkungan bersih,” pungkasnya.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: