Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Pelaksana Teknis (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Lumajang, Drs. Nurwakit Aliyusron, M.Si menyampaikan, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Lumajang, tercatat ada penduduk miskin di Lumajang yang berada di daerah sekitar hutan.

Untuk itu, Pemkab Lumajang bersinergitas dengan Pehutani melaui program yang dicanangkan dari pusat, Perhutanan Sosial, bisa mengurangi angka kemiskinan di daerah sekitar hutan.

TKI asal Desa Karangsari Meninggal di Malaysia
Sengkelit Celurit, Ainul Asal Siluman Dibui
Ranuyoso, Semalam 3 Ekor Sapi Dicuri Maling
Punggung Aisyah Terkoyak Celurit Begal, Honda Vario Amblas

Nurwakit menyebut, ada beberapa faktor yang menyebabkan adanya penduduk miskin di daerah sekitar hutan. “Bisa karena jauhnya akses maupun pengelolahan hutan yang masih minim,” ujarnya.

Dia berharap, melalui program revolusioner dari Presiden Joko Widodo ini, bisa membawa sebuah perubahan. Program yang dicanangkan bisa bermanfaat betul. Serta bisa mengurangi angka kemiskinan di Lumajang.

“Apalagi sharing keuntungannya, dulu 70 persen Perhutani, kini sebaliknya, 70 persen untuk masyarakat,” katanya pada Memo Timur, Rabu (8/11).

Lanjutnya, ada beberapa cara untuk mensukseskan program ini. Sehingga tujuan utama untuk mensejahterakan masyarakat bisa terwujud. “Misalnya harus ada penguatan kelembagaan. Serta penanganan lebih maksimal. Agar masalah di masyarakat itu bisa terselesaikan,” tegasnya.

Periode 2017, Ada 250 TKI Berangkat ke Luar Negeri
Penanganan Sementara Jembatan Gambiran Dilakukan

Kawasan hutan Perhutani yang bisa dikelolah oleh masyarakat, memang terbilang menjanjikan. Ia mencontohkan di Desa Burno Kecamatan Senduro, perputaran uang dari kawasan hutan saja, bisa mencapai Rp 4,6 miliar per tahun.

Hal ini tentunya bisa terus dikembangkan dan bisa diperluas ke daerah lain yang memiliki potensi yang sama. “Itu harus kita galakkan di daerah lain. Seperti di Gucialit, Tempursari, Klakah. Banyak daerah yang bersinggungan dengan Perhutani,” terangnya.

Dalam pengelolahan hutan Perhutani, tak hanya untuk peternakan. Nurwakit bisa mencontohkan di kabupaten lain melalui kebijakan bupati bisa dimanfaatkan untuk perkebunan.

“Di Bondowoso, ada lahan yang disiapkan yang dikhususkan untuk ditanami kopi,” katanya.

Sepekan Ops Zebra, Pemohon SIM Naik 50 Persen, Tindak 1100 Pelanggar
Ditemukan 700 ODGJ di Lumajang
Penjual Sabit Keliling Tewas di Lahan Tebu
Panwascam akan Dilibatkan dalam Penertiban Banner Balon Bupati  

Dari sini, nanti bisa dicontoh, untuk diterapkan. Namun tentunya melihat kondisi dan strategis wilayah di Lumajang. “Kita lihat potensinya apa, jika kawasan itu potensi untuk kopi, kita tanam kopi semua,” tegasnya.

Ia menambahkan, semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga akan dilibatkan untuk mendampingi masyarakat sekitar hutan. “Akan kita dorong, bisa untuk menyiapkan bibitnya atau memberikan pelatihan untuk pengembangan usaha mikro,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: