Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Cabang Olahraga (Cabor) Panahan menjadi harapan terakhir bagi kontingen Lumajang untuk menambah pundi-pundi medali di Pekan Olahraga Sekolah Dasar / Madrasah Ibtida’iyah (POR SD/MI) Jawa Timur ke-VIII di Lumajang.
Cabor panahan

Namun sayangnya, Lumajang masih kalah bersaing dengan daerah lain untuk kali ini. Dalam penyelenggaraan terakhir cabor panahan, Jumat (17/11), kemarin, panahan gagal menyumbang medali untuk bisa menaikkan peringkat klasemen perolehan medali.

Seperti diketahui, cabor panahan masih dikuasai atlet-atlet dari kota besar, seperti dari Surabaya, Gresik, Malang, dan Jember. “Tidak ada medali yang kita dapat di POR SD/MI kali ini,” kata Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Lumajang, Vendix MTL.

Lanjutnya, memang ada beberapa evaluasi bagi panahan di Lumajang agar bisa lebih baik kedepan. Apalagi cabor panahan sangat terbilang baru di Lumajang. Sehingga waktu persiapan dan pengembangan atlet masih kurang.

Ia berharap, di kesempatan berikutnya, ada prestasi yang berhasil diraih di tingkat provinsi atau yang lebih tinggi. “Belajar dari pengalaman kali ini, kita berharap yang akan datang lebih baik lagi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lumajang, Drs. Agus Triono menyampaikan, meskipun sebelumnya panahan ditargetkan bisa meraih emas, nampaknya untuk meraihnya sangat sulit.

“Karena termasuk cabor baru di Lumajang,” katanya.

Dengan hasil ini, Lumajang tetap mengkoleksi dua emas, tiga perak, dan dua perunggu. Medali emas dari cabor renang dan sepak takraw. Sedangkan medali perak, dua medali dari cabor senam dan satu medali dari tenis meja. Untuk medali perunggu, dari cabor senam dan silat. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: