Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Menyongsong Hari Jadi Lumajang (Harjalu) ke-762 tahun, Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar Festival Jharan Kencak, Minggu (26/11). Dalam pertunjukkan kesenian asli Lumajang ini, ada 185 kuda yang dilibatkan.
Alun-alun lumajang

Pertunjukkan kuda-kuda terlatih ini diawali di Alun-Alun Lumajang. Lengkap dengan iringan tari kopyah. Selanjutnya, ratusan kuda ini diarak menuju ke Lapangan Gor Wira Bhakti. Masyarakat antusias untuk melihat kesenian yang sudah diakui sebagai warisan budaya non benda ini.

Dengan diadakannya festival ini, adalah upaya agar kesenian ini semakin dicintai dan dilestarikan oleh masyarakat. Festival ini telah diselenggarakan setiap tahun dan dimulai tahun 2011 silam saat momentum Harjalu.

“Jharan Kencak Lumajang sudah dikenal tidak hanya di Jawa Timur, di daerah lain mengatakan Jharan Kencak Lumajang hebat,” ujar Bupati Lumajang, Drs. H. As’at Malik, M.Ag.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Jarianto, M.Si yang hadir juga di kesempatan ini, mengaku bangga terhadap kepedulian Pemkab Lumajang dalam melestarikan kesenian ini.

“Festival Jharan Kencak ini tidak hanya dapat melestarikan kearifan lokal Lumajang, namun juga dapat menciptakan suasana yang guyub rukun masyarakat,” katanya.

Seperti diketahui, Jharan Kencak merupakan kearifan lokal yang lahir di tengah-tengah masyarakat pendhalungan atau masyarakat asimilasi budaya Jawa dan Madura. Kesenian Jharan Kencak telah diakui oleh Indonesia dengan diberikannya Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda dari Mendikbud kepada Kabupaten Lumajang. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: