Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » » Oknum Petugas Instalatir Listrik, Perkosa Anak Tirinya

Lumajang, Motim - Perkosa anak tirinya disertai kekerasan juga ancaman bunuh, oknum petugas instalatir listrik di Lumajang yang diketahui bernama Asmari, asal Desa/Kecamatan Rambipuji, Jember, ditangkap petugas gabungan Polsek Senduro, pada Sabtu (25/11) siang.
senduro

Kini, bapak tiri bejat itu sudah meringkuk di balik jeruji besi rumah tahanan (Rutan) Polsek Senduro. Akibat perbuatan bejatnya, Asmari dijerat pasal 81 UU RI No 35 Tahun 2014 atas perubahan UU RI No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, diancam pidana hukuman penjara 15 tahun.

Buna, salah satu kerabat korban kepada Memo Timur menjelaskan, pelaku yang kesehariannya bekerja sebagai instalatir listrik di Lumajang, 3 tahun kemarin menikahi kerabatnya yang berstatus sebagai janda beranak satu, warga wilayah Kecamatan Senduro.

Pada pertengahan tahun 2016, istri pelaku pergi ke rumah kerabatnya di Kabupaten Tulungagung selama seminggu. Pelaku tinggal di rumahnya bersama anak tirinya, sebut saja Melati (14), yang kala itu masih duduk di Madrasah Tsanawiyah.

Entah setan mana yang merasuki pikirannya, tiba-tiba pelaku mendatangi Melati dan berusaha untuk memperkosanya. Mendapat perlakuan tidak senonoh dari bapak tirinya, Melati berontak dan melawan. Hal itu membuat pelaku semakin kesetanan, lalu mengambil sebilah pisau dan mengancam akan membunuh jika masih menolaknya.

Melihat Melati ketakutan, pelaku langsung menyeret Melati masuk ke dalam kamar lalu mengikat kedua kaki dan tangannya ke tempat tidur, lalu mempekosanya. Karena Melati masih berontak, salah satu jari Melati distaples oleh pelaku hingga berdarah.

“Sungguh biadab perbuatan Asmari itu. Keponakan Saya sudah diperkosa, jarinya distaples masih diancam bunuh lagi. Saya minta Majelis Hakim Pengadian Negeri Lumajang menghukumnya dengan seberat-beratnya,” ucap Buna.

Terungkapnya aksi bejat pelaku ini, setelah ibu Melati pulang dari Tulungagung dan melihat ada yang aneh terhadap prilaku anak semata wayangnya. “Melati tiba-tiba jarang makan, jarang ngomong apalagi bergurau dengan keluarga, juga suka menyendiri,” jelasnya.

Untuk mmemastikan apa yang sedang terjadi pada Melati, ibu bersama kerabatnya terus mencari tahu dan diperoleh informasi apabila Melati telah diperkosa dengan cara disiksa oleh pelaku. Untuk memastikan kebenaran informasi itu, ibu korban langsung bertanya terkait informasi itu kepada pelaku.

Tapi, pelaku tidak mengakui apa yang dituduhkan itu. Entah bagaimana awalnya, pada akhir bulan Oktober 2017 kemarin, tiba-tiba pelaku menghilang. “Ibu dan kerabatnya curiga, Melati telah diapa-apakan oleh pelaku,” terangnya.

Karena hingga sebulan lamanya pelaku tidak pulang, Ibu Melati bersama kerabatnya semakin curiga, lalu melaporkan ke Polsek Senduro dengan tuduhan pelaku telah memperkosa Melati. Berkat kerja keras petugas gabungan Polsek Senduro, akhirnya pelaku berhasil ditangkap.

Kecurigaan ibu dan kerabat semua ternyata benar, Melati telah diperkosa oleh pelaku. Informasinya, Melati diperkosa oleh pelaku sudah berkali-kali. “Saya bersama keluarga pasrah pada Pak Polisi. Pokoknya Saya minta dihukum seberat-beratnya,” harap Buna.

Kapolsek Senduro, AKP Jaman, SH ketika dikonfirmasi Memo Timur membenarkan. Begitu mendapat laporan tentang kejadian itu, pihaknya langsung mencari keberadaan pelaku di sejumlah tempat yang disinyalir sebagai tempat persembunyiannya.

Namun gagal. Terakhir pihaknya mencari nomor Hand Phone pelaku, lalu ditelpon berpura-pura sebagai warga yang hendak memasang jaringan Listrik. Dasar lagi mujur, pelaku menjawabnya lalu mengajak bertemu di salah satu tempat di wilayah Kecamatan Senduro.

Begitu melihat pelaku menaiki sepeda motor melintas di simpang tiga sekiang Desa Senduro, pihaknya langsung menangkapnya, lalu digelandang menuju ke Polsek Senduro. Saat dimintai keterangan terkait dugaan pemerkosaan terhadap Melati, pelaku terdiam.

Setelah dicecar banyak pertanyaan oleh penyidik, akhirnya pelaku mengakui jika telah memperkosa anak tirinya. “Pelaku mengaku hanya sekali. Korban mengaku berkali-kali. Jika menolak diancam akan dibunuh,” ungkapnya.

Barang Bukti yang diamankan, sebilah pisau tajam lengkap dengan kerangkanya, seutas tali tampar warna biru sepanjang sekitar 7 meter, pakaian milik Melati dan sebuah Staples. Melati juga sudah dilakukan visum di Puskemas Senduro.

“Gara-gara perbuatan bejat pelaku itu, Melati mengalami trauma berat, hampir setahun. Alhamdulillah, kemarin tak ajak ngomong mulai nyambung. Kami bersama keluarganya merayu agar mau bersekolah lagi, mudah-mudahan mau Mas,” pungkas Jaman.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: