Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Pemerintah Kabupaten Lumajang telah melakukan koordinasi dengan PT Pertamina. Pihak pemkab, meminta Pertamina dapat menjaga ketersediaan LPG di Lumajang. Pasalnya sempat terjadi kelangkaan LPG, khususnya LPG 3 kilogram.

“Kita meminta untuk melaksanakan pengendalian pada jalur distribusi pada seluruh level distribusi, agar tidak ada kelangkaan,” Kepala Bagian Administrasi ESDA & Perekonomian Setda Lumajang, Agus Setiawan, AP, M.Si.

Karena jika sampai terjadi kelangkaan, akan berdampak pada stabilitas harga. Pasalnya harga LPG juga mengalami kenaikan dari harga normal. Untuk itu, pihaknya juga meminta agar Pertamina bisa melakukan pengawasan terkait penjualan LPG, agar tidak melebihi HET (Harga Eceran Tertinggi).

“Pertamina harus bisa mencegah terjadinya penjualan melebihi ketentuan HET sesuai Peraturan Gubernur Jawa Timur,” katanya.

Untuk menjaga ketersediaan LPG, Pemkab Lumajang bersama Pertamina dan paguyuban pengusaha LPG untuk bekerjasama dalam menjaga ketersediaan LPG. Agar tidak terjadi kelangkaan di masyarakat.

Lanjutnya, LPG 3 kilogram, adalah khusus bagi warga yang tidak mampu dan usaha mikro. Sehingga dihimbau pada masyarakat yang mampu untuk beralih ke LPG non subsidi. Seperti produk terbaru Pertamina, LPG 5,5 kilogram yang dikenalkan dengan nama Bright Gas.

Bahkan bupati juga telah menghimbau melalui Surat Edaran Bupati Lumajang Nomor: 500/2049/427.14/2017. Dihimbau masyarakat mampu termasuk ASN, dan pengusaha non mikro untuk tidak menggunakan LPG 3 kilogram bersubsidi, melainkan menggunakan LPG 5,5 kilogram dan 12 kilogram (non subsidi).

“Berkaitan dengan subsidi harus tepat pada sasaran, untuk penggunaan LPG direncanakan di 2018 sistem penggunaan tertutup, untuk LPG (bersubsidi) diarahkan kepada rumah tangga miskin, isi himbauan, masyarakat mampu dan pengusaha non mikro menggunakan LPG pink (bright gas),” tutur Agus Setiawan.

Ia menambahkan, Lumajang satu-satunya daerah yang sangat kooperatif dalam menghimbau penggunaan LPG bersubsidi. “Utamanya di daerah Besuki yang berinisiatif bahwa masyarakatnya harus menggunakan LPG tepat sasaran,” ujarnya.(fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: