Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » » Pengoplos Obat Pembasmi Rumput Palsu Babak Belur Dimassa

Lumajang, Motim - Pengoplos obat pembasmi rumput palsu, Hoyong Abadi (40), warga Dusun Karanganyar, Desa Kalidilem, Kecamatan Randuagung, dijebloskan ke dalam rumah tahanan (Rutan) Polsek Kedungjajang, setelah dilaporkan oleh mantan Kepala Desa (Kades) Tempursari, Kecamatan Kedungjajang.
obat palsu

“Pelaku ini telah menipu saya dengan menjual obat rumput palsu. Akibat obat itu, bukan hanya rumputnya saja yang mati alias kering. Tanaman tebu milik saya seluas 4 hektar juga mati,” tutur Sagiul Ulum selaku korban.

Awalnya, pelaku ini datang ke rumah menawarkan obat pembasmi rumput, satu paketnya ditawarkan seharga 1,6 juta. Kala itu pelaku meminta dirinya untuk membeli obat itu dengan alasan uangnya untuk biaya pengobatan ibunya yang sedang dirawat di Rumah Sakit.

Sebelum membeli, dirinya bertanya kepada pelaku dari mana obat pembasmi rumput ini didapat, pelaku menjawab dapat jatah dari pabrik tempat dia bekerja. Merasa kasihan, apalagi uangnya untuk biaya ibunya di Rumah Sakit, dirinya langsung membelinya.

Beberapa hari kemudian setelah cuaca mendukung, dirinya menyuruh beberapa pekerja untuk mengobat rumput di sekitar tanaman tebunya seluas 4 hektar menggunakan obat yang dibeli dari pelaku. Apa yang terjadi, bukan hanya rumputnya yang mati dan kering.

Melainkan tanaman tebu seluas 4 hektar juga kering dan mati. Meski begitu, dirinya memilih diam. Tapi, diam-diam dirinya terus mencari tahu penyebab matinya tanaman tebu miliknya itu. “Pikiran saya waktu itu, apa mungkin obat pembasmi rumput itu palsu atau karena cara penggunaannya melebihi dosis,” ujarnya.

Beberapa hari kemudian, pelaku ini menelpon dirinya dan bertanya, apakah sudah dicoba obat pembasmi rumputnya. Dirinya menjawab belum, meski tanaman tebunya itu sudah mati kering akibat obat yang dibelinya itu.

Dalam percakapan di telepon itu, pelaku menawarkan obat pembasmi rumput yang biasa digunakan oleh sejumlah pengusaha tebu di Desa Banyuputih dengan merk berbeda. Karena penasaran, dirinya langsung mengiyakan untuk membelinya.

Tak lama kemudian, tukang ojek datang ke rumah membawa obat pembasmi rumput saat ditanya disuruh pelaku. Beberapa saat kemudian dirinya mendapat telepon dari istri yang melarang untuk membeli obat pembasmi rumput itu, karena palsu. Istri juga menyampaikan, jika pelaku sedang bersembunyi di salah satu pos kamling tak jauh dari rumah.

Mendapat informasi itu, dirinya terus mendatangi pelaku. Saat ditanya kenapa tidak diantar sendiri ke rumah, pelaku bingung dan tidak berkata apa-apa. “Saya semakin curiga, obat yang saya beli itu palsu,” jelasnya.

Karena pelaku ini berusaha kabur, dirinya dibantu warga terus menangkapnya rame-rame, lalu diserahkan ke Polsek Kedungjajang. “Pelaku babak belur, karena sempat dihakimi warga saat berusaha kabur itu,” terangnya.

Kapolsek Kedungjajang, AKP H. Sutopo,SH ketika dikonfirmasi Memo Timur membenarkan apabila Polsek Kedungjajang mendapat penyerahan pelaku pengoplos obat pembasmi palsu dari warga Desa Tempursari. “Kondisinya ya sudah sedikit babak belur ini,” ungkapnya.

Menurut keterangan pelaku, obat pembasmi rumput palsu yang dijual kepada korban merupakan oplosan dengan beberapa bahan, diantaranya obat pembasmi rumput asli merk Gramason berukuran setengah liter, air ditambah bubuk kapur dan air teh sebagai pewarnanya.

Setelah beberapa bahan itu dioplos, kemudian ditambahkan lem kayu sebagai perekatnya. “Kata pelaku, modalnya sekitar 200 ribu, dijual kepada korban seharga 1,6 juta. Kata pelaku, ilmu mengoplos obat pembasmi rumput didapat dari Kalimantan,” ungkapnya lagi.

Akibat perbuatannya itu, pelaku dijerat dengan UU RI No 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dipidana maksimnal 5 tahun penjara. Barang Bukti yang diamankan dari rumah korban 10 jurigen berisi obat pembasmi rumput palsu.

“4 jurigen obat, 1 botol Gramason, dan beberapa plastik lem kayu dan kami amankan dari rumah pelaku. Pelaku juga mengaku telah menjual obat ini ke petani tebu asal Bondowoso,” pungkas Kapolsek Kedungjajang.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: