Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Lumajang yang bekerja di luar negeri terus mengalami penambahan. Di 2017, hingga saat ini sudah ada penambahan sekitar 250 TKI. Total secara keseluruhan mencapai seribu lebih.
Drs. Suharwoko, M.Si

“Dalam 4 tahun terakhir saja sudah ada seribu lebih,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lumajang, Drs. Suharwoko, M.Si pada Memo Timur.

Perbaiki Administrasi Kepegewaian dengan SIMAK
Ditemukan 700 ODGJ di Lumajang
Sengkelit Celurit, Ainul Asal Siluman Dibui
Soal UU Ormas, Kesbangpol Masih Tunggu Petunjuk  

Menurutnya, itu masih belum jumlah TKI yang berangkat secara ilegal. Karena diduga juga ada beberpa TKI yang sengaja berangkat ke luar negeri tanpa rekomendasi dari Disnaker maupun tanpa melewati administrasi ketenagakerjaan lainnya yang legal.

Namun jumlah TKI asal Luamajang yang ilegal sulit dideteksi. “Karena kita tidak bisa memantau,” lanjutnya.

Seuai aturan, calon TKI harus mengurus surat rekomendasi ke Disnakertrans. Hal ini juga berfungsi sebagai data. Tanpa rekomendasi ini, calon TKI tidak bisa mendapatkan dokumen untuk tinggal di luar negeri.

“Visa atau paspor tidak akan bisa terbit,” ungkapnya.

Suharwoko menyebutkan, paling banyak TKI asal Lumajang bekerja di negara Hongkong dan Taiwan. Sedangkan dilihat dari daerah asal, didominasi dari Lumajang bagian selatan. “Salah satunya yang banyak dari Kecamatan Tempursari,” terangnya.

Panwascam akan Dilibatkan dalam Penertiban Banner Balon Bupati
Punggung Aisyah Terkoyak Celurit Begal, Honda Vario Amblas
Penjual Sabit Keliling Tewas di Lahan Tebu
Pohon Tumbang Menimpa Rumah Warga  

Antara tenaga kerja laki-laki dan perempuan yang berangkat ke luar negeri, jumlahnya hampir sama. “Perempuan juga banyak, laki-laki juga banyak,” ucapnya. Dari usia, paling banyak di antara 20-40 tahun.

Ditanya soal alasan, banyaknya TKI asal Lumajang yang bekerja di luar negeri, menurut Suharwoko, adalah soal ekonomi. Para TKI ingin memperbaiki perekonomian di rumah tangganya.

“Kembali soal ekonomi, di sana lebih terjamin,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: