Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Dalam beberapa minggu belakangan ini, petugas gabungan Polres Lumajang melibatkan personil Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) gencar melakukan oprasi truck bermuatan pasir yang diduga berasal dari lokasi penambangan pasir ilegal.
Iptu Sajito

Hasilnya, petugas berhasil mengamankan beberapa armada truck beserta sopirnya dan beberapa alat yang digunakan penambang untuk mengeruk pasir secara ilegal dari beberapa lokasi, seperti lokasi penambangan pasir yang terletak di wilayah Kecamatan Pasrujambe, Pasirian dan Candipuro.

Kaur Bin Ops Sat Reskrim Polres Lumajang, Iptu Sajito, SH saat dikonfirmasi terkait upaya menekan merebaknya penambang pasir liar di Lumajang secara umum mengatakan, pihaknya saat ini fokus melakukan langkah persuasif dengan melakukan operasi ke lokasi tambang yang diduga liar tak berijin tersebut.

Dari hasil penangkapan itu, pihaknya kemudian melakukan langkah-langkah, mulai mengirim data hasil temuan di lapangan ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim, ini dilakukan untuk memeriksa jenis pasir juga untuk mengetahui pasir yang dikeruk berasal dari lokasi mana.

Sebab, setiap lokasi penambangan pasirnya berbeda-beda. “Ini kita lakukan agar langkah kita ini tidak termentahkan Mas. Hasil dari Labfor itu kemudian akan dijadikan bukti tambahan,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya masih intens melakukan pemeriksaan dan terus mengembangkan kasus penambang pasir liar ini, hal ini dilakukan, agar semua yang terlibat dalam kasus penambangan pasir liar di Lumajang bisa diungkap dan ditangkap.

“Jumlah tersangka penambangan pasir yang berhasil kami tangkap sudah ada belasan orang. Maaf belum bisa disebut satu persatu, karena masih dikembangkan. Untuk BB truck dan alat tambang juga sudah diamankan,” ungkapnya lagi.

Disinggung dijerat undang-undang apa belasan orang yang diamankan ketika sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik, Sajito dengan tegas menyampaikan akan dijerat dengan UU RI No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

“Dari belasan orang yang diamankan, ada beberapa orang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Proses pemeriksaan masih terus berlangsung Mas,” pungkas Sajito.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: