Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Pelaksanaan Pekan Olahraga Sekolah Dasar / Madrasah Ibtida’iyah (POR SD/MI) sudah memasuki hari kedua, kemarin. Kegiatan ini bukan hanya sebagai ajang persaingan antar daerah. Namun lebih dari itu, yakni untuk mencari bibit atlet yang memiliki potensi.
PTMSI

Ketua Panitia Cabor Tenis Meja, Christine ferliana menyampaikan, setiap even yang diselenggarakan harus ada peningkatan kualitas. “Karena kita cari potensi di sini. Kita melihat bibit atlet di sini,” katanya.

Apalagi di Jatim, ia menyebut minim sekali even antar daerah yang diselenggarakan. Untuk POR SD/Mi sendiri dilaksanakan tiap 2 tahun sekali. “Jadi harus benar-benar jeli melihat mereka,” katanya.

Apalagi untuk anak-anak di bangku sekolah, pengawasan dan pengembangan bakat dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) sangat minim. Perlu adanya klub cabor yang bisa membuat bibit atlet itu berkembang.

“Kalau di tenis meja, PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia) Jatim yang bisa menindak lanjuti,” ujarnya.

Sejauh ini, potensi dari 38 kota/kabupaten di Jatim sangat besar. Hal ini terlihat dari semua kabupaten/kota ikut serta dalam cabor ini. “Antusiasme dari semua daerah sangat besar. Terbukti semua terlibat,” jelasnya.

Ia juga berharap, standart pertandingan di POR SD/MI selanjutnya lebih ditingkatkan, seperti perhelatan tingkat nasional. Agar bibit atlet sudah merasakan suasana pertandingan di kelas nasional.

“Kita berikan contoh di daerah, pertandingan standar nasional itu bagaimna,” katanya.

Salah satu bibit atlet untuk cabor tenis meja yang dimiliki Jawa Timur adalah dari kontingen Surabaya. Yakni Rayhan Erlangga Syahputra. Di cabor tenis meja, peserta tunggal putra 36 orang, peserta tunggal putri 33 orang, peserta ganda Putra 21 pasangan, dan peserta ganda putri 20 pasangan. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: