Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Perhelatan Pekan Olahraga Sekolah Dasar / Madrasah Ibtida’iyah (POR SD/MI) sudah berakhir. Di klasemen akhir perolehan medali, Lumajang berhasil menempati posisi 13 dari 38 kabupaten/kota peserta.
Drs. Agus Triono

Dengan capaian ini, artinya kontingen Lumajang berhasil melampaui target yang dipasang. Yakni masuk 20 besar. Lumajang berhasil meraih 2 medali emas, 3 medali perak, dan dua medali perunggu. Medali emas disumbang atlet sepak takraw dan renang. Sementara juara umum diraih Kota Surabaya, dengan raihan 22 medali emas, 16 medali perak, dan 12 medali perunggu.

Dibandingkan dengan POR SD/MI sebelumnya di 2015, memang ada peningkatan. Karena kala itu Lumajang hanya mampu meraih satu emas dan berada di posisi 24 klasemen perolehan medali.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lumajang, Drs. Agus Triono menyampaikan, memang ada Cabang Olahraga (Cabor) yang sebelumnya ditarget mampu meraih emas tapi tidak berhasil. Yakni pencak silat dan panahan.

Untuk panahan, diakuinya Lumajang memang memiliki atlet bertalenta. Namun mereka belum memiliki jam bertanding yang cukup. Utamanya di level yang lebih tinggi. “Anak-anak panahan masih belum bertanding keluar daerah,” ungkapnya, Senin (20/11). Ditambah, cabor panahan di Lumajang secara resmi baru terbentuk setahun yang lalu.

Kemudian, untuk pencak silat, sebenarnya Lumajang sudah hampir meraih emas dari regu putri. Namun karena kurang percaya diri dengan suasana gedung yang ramai, berpengaruh pada penampilan mereka dan ada sedikit kesalahan di akhir. Sehingga harus puas dengan medali perak.

Kepada peraih medali emas, ada bonus yang diberikan oleh Pemkab Lumajang dalam bentuk uang tunai. Untuk peraih emas perorangan dapat Rp 5 juta dan emas beregu, dapat Rp 4 juta. “Bonus akan diberikan pada perayaan Hari Jadi Lumajang (Harjalu) nanti,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: