Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Semua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di Lumajang yang berjumlah 47 mendapat Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dengan total mencapai Rp 1 miliar. Tiap LMDH mendapat jumlah pinjaman yang berbeda, tergantung dari kapasitas usaha yang dijalankan.
H. Mukhlisin, S.Hut

Wakil Kepala KSKPH Perum Pehutani Lumajang, H. Mukhlisin, S.Hut menyampaikan, KUR untuk LMDH ini adalah sebagai wujud nyata untuk mensukseskan Program Perhutanan Sosial. Dana KUR ini diberikan oleh BNI.

Periode 2017, Ada 250 TKI Berangkat ke Luar Negeri
Pengangguran Bobol Gudang Sembako Diciduk Polisi
Soal UU Ormas, Kesbangpol Masih Tunggu Petunjuk
Semalam 2 Sepeda Motor Amblas  

“KUR ini sebagai modal usaha berbasis kawasan hutan. Seperti ternak sapi dan sebagainya yang memanfaatkan kawasan hutan,” katanya pada Memo Timur, Rabu (8/11).

Jangka waktu peminjaman ini selama 4 tahun. Namun di tahun pertama, LMDH dibebaskan angsuran pokok. Hanya membayar bunga senilai Rp 7.500 per Rp 1 Juta pinjaman tiap bulan. Memang tiap LMDH tidak akan sama besaran pinjamannya.

“Kita lihat dulu analisa dan kebutuhannya. Misalnya, ada yang hanya memelihara dua sapi atau berapa,” jelasnya.

Di tahap awal ini, memang usaha difokuskan pada peternakan. LMDH akan berternak, dan pakan rumputnya akan mengambil dari kawasan hutan Perhutani. Untuk bagi hasilnya, dari HMT (Hijau Makanan Ternak) yang diambil, Perhutani hanya mengambil keuntungan 30 persen, 70 persen untuk LMDH.

Ditemukan 700 ODGJ di Lumajang
Punggung Aisyah Terkoyak Celurit Begal, Honda Vario Amblas

“Nanti HMT per hektare bisa mencapai berapa akan dihitung dulu,” lanjutnya.

Melalui program ini, kata Mukhlisin, diharapkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan bisa meningkat. Tentunya, hutan bisa dimanfaatkan dan dikelolah dengan baik tanpa mengubah fungsi hutan secara ekologi.

“Kelestarian hutan tetap terjaga, fungsi hutan sebagai antisipasi banjir dan menghasilkan oksigen bisa tetap terwujud,” ucapnya.

Selanjutnya, selain di bidang peternakan, nantinya kawasan hutan juga bisa dimanfaatkan oleh LMDH sebagai usaha pariwisata ataupun pertanian. Namun untuk hal ini, masih perlu kajian lebih lanjut.

“Tetap kita dukung apapun kegiatan positif, termasuk pariwisata,” tegasnya.

Ranuyoso, Semalam 3 Ekor Sapi Dicuri Maling
63 Orang Anggota Panwascam Dilantik
Pembahasan Rancangan APBD 2018
Pohon Tumbang Menimpa Rumah Warga  

Sementara untuk pengawasan, Perhutani bersama stake holder yang terkait akan terus melakukan pendampingan terhadap mereka. Termasuk juga memberikan edukasi dan pembinaan, agar masyarakat yang memanfaatkan program ini bisa terus berlanjut dengan baik.

“Agar masyarakat tersebut bisa on the track, bisa berjalan dengan harapan pemerintah. Kredit yang diberikan bisa benar-benar untuk kesejahteraan bukan konsumtif,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: