Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Program Rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Lumajang nampaknya tidak berjalan dengan bagus. Hal ini terlihat dengan sedikitnya pengusaha properti atau pengembang untuk terlibat dalam program ini.
ir. imam suryadi

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Lumajang, Ir. Imam Suryadi mengatakan, di Lumajang hanya ada dua pengembang yang mau terlibat dalam program nasional ini. “Baru ada dua yang berjalan,” katanya pada sejumlah awak media, Selasa (20/11).

Padahal pihaknya sudah menawarkan pada pengusaha properti atau pengembang untuk bisa menjalankan program ini. “Saya tidak tahu penyebabnya, pengembang masih mikir-mikir kayaknya,” ucapnya.

Program Rumah MBR ini dari pusat, pengembang yang ingin terlibat dalam program ini hanya butuh rekomendasi dan persetujan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman. Kemudian melengkapi persyaratan dan diteruskan ke pemerintah pusat.

“Mudah-mudahan ada yang mau. Itu yang kita harapkan,” terangnya.

Seperti diketahui, pemerintah bergegas menyediakan rumah dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di berbagai provinsi lewat Program Sejuta Rumah sejak tahun 2015. Dengan uang muka 1% dan cicilan Rp 800 ribu-Rp 1,3 juta, rumah seluas 25 m2 dengan luas tanah 60 m2. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: