Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Hujan yang terjadi akhir-akhir ini, membuat sejumlah desa yang berada di dekat Daerah Aliran Sungai (DAS) rawan diterjang lahar dingin dari Gunung Semeru. BPBD Lumajang telah memetakan desa mana saja yang rawan terdampak lahar dingin.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lumajang, Wawan Hadi menyampaikan, ada delapan desa dari tiga kecamatan di Lumajang yang terancam bahaya ketika terjadi hujan dan banjir lahar Gunung Semeru.

Dia menjelaskan, delapan desa tersebut memiliki pemukiman yang dekat dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) Semeru. Terutama di DAS Glidik yang melintasi tiga kecamatan tersebut. Jarak pemukiman warga dengan DAS sangat dekat.

Di Kecamatan Pronojiwo ada tiga desa, diantaranya Desa Sumber Urip, Desa Oro-Oro Ombo, dan Desa Supiturang. Sedangkan di Kecamatan Pasrujambe, di Desa Pasrujambe dan Desa Kertosari.

Kemudian di Kecamatan Candipuro, juga ada tiga desa, diantarnya Desa Sumberwuluh, Desa Sumbermujur dan Desa Penanggal. “Sedikitnya ada delapan desa yang masuk kategori bahaya lahar Semeru,” katanya.

Dengan kondisi seperti ini, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar aliran lahar Semeru saat terjadinya hujan. Karena kondisi itu cukup mengkhawatirkan jika sewaktu-waktu terjadi banjir lahar Gunung Semeru.

“Sangat berbahaya, apalagi laharan membawa material batu dan pasir,” tuturnya.

Sementara itu Pejabat Pembuat Keputusan (PPK) Pengendali Lahar Gunung Semeru, Arianto menghimbau warga untuk lebih waspada saat musim hujan seperti saat ini. Aktivitas di sekitar DAS lebih dikurangi untuk menanggulangi resiko.

Dia menuturkan, selama ini banyak warga yang memanfaatkan dan beraktivitas di sekitar DAS. Ada yang hanya untuk menyebrang ada juga yang mencari nafkah dengan memanfaatkan pasir yang dibawa lahar Semeru.

Untuk saat ini kondisi tersebut cukup mengkhawatirkan. Mengingat hujan dipuncak Semeru bisa terjadi kapan saja. “Saran kami, masyarakat lebih waspada jika beraktivitas di tiga DAS lahar Gunung Semeru,” tutupnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: