Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Sedikitnya ada 300 personil Batalyon Infantri 527/Baladibya Yudha Lumajang diberangkatkan ke Afrika Tengah untuk melaksanakan misi perdamaian di Afrika Tengah bergabung dengan Satgas Kizi Konga Multi Dimensional Intergrated Stabilization Mission in Central African Republik (Minusca).
Batalyon Infantri 527/BY

Sebelum berangkat, 300 personil pilihan Batalyon Infantri 527/BY yang bergerak di bawah bendara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), terlebih dahulu mendapat pembekalan dari Danrem 083/BDJ Kolonel Inf Bangun Nawoko, bertempat di lapangan Pratu Natra Yonif 527/BY pada Sabtu (9/12).

Seluruh personil diharapkan bisa menjalankan misi negara sebaik-baiknya sesuai dengan standart operasional. Danrem juga tidak menginginkan ada kegagalan, apalagi membuat kegaduhan dan perbuatan jahat yang bisa merusak citra Indonesia.

Apalagi, ini merupakan tugas istimewa dimana personil Batalyon 527/BY dipercaya untuk menjadi pasukan inti PBB dalam misi perdamaian di Afrika Tengah. Ingat, satu orang berbuat jahat, maka seluruhnya akan dipulangkan.

“Kami berharap semua personil senantiasa menjaga dedikasi dan kinerja serta tetap memperhatikan prosedur yang telah ditentukan sesuai SOP yang berlaku,” kata Danrem 083/BDJ Kolonel Inf Bangun Nawoko.

Secara terpisah, Komandan Batalyon Infanteri 527/BY Letkol Inf Totok Prio Kismanto, SE kepada sejumlah media mengatakan, rencana pemberangkatan pihaknya masih menunggu di Jakarta, karena pada tanggal 20 hingga 24 akan dilakukan penilaian terhadap perlengkapan dan kesiapan personil yang kemudian dilanjutkan penandatanganan MOU dan baru ditentukan tanggal pemberangkatan.

Personil yang akan dikirim ke Afrika Tengah, kata Letkol Inf Totok Prio Kismanto, berjumlah 800 terdiri dari personil TNI AD, AL dan AU. Tapi, khusus TNI AD personil yang dikirim ke Afrika Tengah diambil dari penilaian terbaik saat personil tersebut menjalani penugasan dalam negeri.

“300 personil Batalyon Infanteri 527/BY yang diberangkatkan ke Afrika Tengah ini merupakan personil terbaik saat penugasan dalam Negeri,” ungkapnya.

Ditanya konflik apa yang sedang terjadi di Negara Afrika Tengah, Danyon 527/BY menyampaikan konflik yang terjadi adalah konflik Multi Dimensi, dimana seluruh konflik terjadi. Hanya saja yang menonjol pada saat ini adalah anti Balaka dengan Milisi dari Selica antara Muslim dengan Nasrani. “Ini bumbu-bumbunya saja,” ungkapnya lagi.

Di Afrika Tengah ada sekitar 14 kelompok bersenjata yang memperebutkan wilayah-wilayah, karena di sana kaya akan Uranium dan sumber daya alam lainnya. 800 personil dari Indonesia ini dikirim ke Afrika Tengah untuk bergabung dengan pasukan PBB lainnya untuk misi perdamaian, sehingga 14 kelompok bersenjata itu tidak lagi konflik.

“Kami bersama 300 personil 527 akan menjalani tugas istimewa ini selama 365 hari alias 1 tahun. Mudah-mudahan kami bersama personil bisa memberikan yang terbaik untuk Negara Afrika Tengah, untuk Negara Indonesia juga untuk Batalyon Infanteri 527 Lumajang,” pungkasnya.

Pantauan Memo Timur, tidak sedikit prajurit yang meneteskan air matanya ketika berpamitan kepada anak dan istrinya saat mau berangkat menjalankan tugas Negara sebagai pasukan inti PBB dalam misi perdamaian di Negara Afrika Tengah.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: