Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Masyarakat Dusun Kebonan, Desa Yosiwilangun Kidul, Kecamatan Yosowilangun, Senin (25/12) sekitar pukul.05.00 WIB, mendadak gempar. Pasalnya, pasangan suami istri bernama Mujiono (40) dan Kholifah (35), ditemukan tewas bersimbah darah terkapar di lantai dalam rumahnya dengan kondisi luka parah pada perut dan lehernya.
kecamatan yosowilangun

Tak hanya itu, Khoiriyah (14), buah hati dari pasutri ini juga mengalami luka bacok pada bagian perut dan tangan. Saat ini korban masih menjalani rawat inap di Puskesmas Yosowilangun. Kasus pembunuhan satu keluarga tersebut, sudah ditangani oleh aparat kepolisian Polres Lumajang.

“Hasil penyelidikan dikuatkan dengan keterangan saksi, pelaku pembunuhan itu adalah Mujiono, suami Kholifah yang tak lain bapak Khoiriyah sendiri,” kata Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Roy Aquary Prawirosastro, SH ketika dikonfirmasi Memo Timur.

Peristiwa berdarah terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, Khoiriyah yang pagi itu tidur di kamarnya mendengar cek cok mulut antara bapak dan ibunya. Kala itu, Khoiriyah juga sempat mendengar suara orang merintih kesakitan.

Penasaran, Khoiriyah keluar kamar untuk melihat apa yang telah terjadi. Betapa kagetnya ketika melihat ibunya sudah terkapar di lantai bersimbah darah dan di dekatnya juga melihat bapaknya sedang memegang sebilah parang.

Khawatir menjadi sasaran berikutnya, Khoiriyah berlari masuk ke kamarnya. Ternyata, bapaknya itu membuntuti lalu membacoknya. Khoiriyah terluka pada bagian perut juga tangannya, “Khoiriyah mengaku pura-pura mati,” ujarnya.

Usai membacok dan mengira anaknya sudah mati, pelaku terus kembali ke kamarnya sambil marah-marah. “Tak lama kemudian, suara pelaku tak terdengar lagi. Diduga pelaku bunuh diri,” jelasnya.

Karena pelaku tak terdengar suaranya lagi, meski penuh rasa takut khawatir menjadi korban berikutnya, Khoiriyah diam-diam keluar kamar terus berlari menuju rumah kakeknya yang ada di sebelah rumahnya. Kepada kakeknya dia menceritakan apa yang sudah terjadi.

Mendengar cerita cucunya itu, Pariman, kakek Khoiriyah terus masuk ke dalam rumah korban dan melihat Mujiono bersama Kholifah terbujur kaku di lantai kamarnya mandi darah. Pariman terus keluar rumah minta tolong warga.

Oleh warga dilaporkan ke Kepala Desa setempat diteruskan ke Polsek Yosowilangun dan Polres Lumajang. Atas laporan itulah, pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian, melakukan proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) juga mengamankan lokasi kejadian dengan memasang garis polisi.

Selain itu, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti (BB) serta menghimpun keterangan dari sejumlah saksi. Guna memastikan penyebab kematian pasangan suami istri tersebut, pihaknya terus membawa jenazah pasutri ke kamar mayat RSUD dr. Haryoto Lumajang.

“Pak Pariman menolak jazad anak dan menantunya itu dioutopsi, dia mengaku tidak punya biaya. Terpaksa jazad kedua korban Visum luar saja,” ungkapnya.

Menurut keterangan keluarga juga kerabatnya, Mujiono pelaku pembunuhan sudah lama mengalami gangguan kejiwaan alias stres berat. Selain sering berprilaku aneh semasa hidupnya Mujiono itu juga sering berkata mati bersama.

Meski demikian keluarganya memilih diam, karena prilakunya tidak pernah membahayakan atau mengancam keselamatan orang lain termasuk keluarganya sendiri. “Tiba-tiba terjadi peristiwa ini. Kami menduga, Mujiono kala itu stres berat lalu nekat melakukan ini semua,” pungkas Roy Aquary.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: