Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » Dewan Nilai Perpustakaan di Lumajang Jauh dari Ideal

Lumajang, Motim - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lumajang menilai perpustakaan di Lumajang masih jauh dari kata ideal. Dari tinjauan Komisi D di Perpustakaan Daerah Lumajang, ditemui beberapa kekurangan.
sugianto

Ketua Komisi D DPRD Lumajang, Sugianto, SH. menyampaikan, dari evaluasi yang dilakukan, ia menyebut perpustakaan di Lumajang masih belum memenuhi syarat. Ada banyak kendala yang ditemui.

“Kita referensi kurang, jumlah pustawakan dan buku juga kurang,” katanya usai mengunjungi Perpusda Lumajang, Selasa (12/12).

Saat ini Lumajang hanya memiliki 4 pustakawan saja. Padahal jika biacara ideal, kata Sugianto, kalau bisa satu perpustakaan ada satu pustakawan. Saat ini empat pustakawan ini yang menangani puluhan perpustakaan di Lumajang.

Ia berharap, dengan adanya kekurangan ini pemerintah bisa lebih maksimal dalam melakukan percepatan pembangunan pendidikan di Lumajang. Untuk masalah pustakawan, bisa ditambah jumlahnya meskipun perbandingannya tidak satu perpustakaan satu pustakawan.

“Mungkin kalau satu perpustakaan satu pustakawan kita belum mampu,” ujarnya.

Kemudian untuk masalah jumlah buku, untuk detail jumlahnya di semua perpustakaan di Lumajang, Sugianto tidak menyebutkan secara rinci. Namun jumlah yang ada masih dinilai kurang dan belum ideal.

“Masih perlu ada tambahan buku,” ungkapnya.

Bahkan pihaknya juga menyayangkan jika hanya sebagain saja desa yang peduli dengan dunia pendidikan, utamanya perpustakaan. Saat ini hanya ada 64 desa yang memiliki perpustakaan. Jumlah desa di Lumajang ada 198 desa.

Padahal jika mengacu pada Permendes, kata Sugianto, pihak desa harus mengalokasikan 5 persen dari Dana Desa untuk pendidikan. Salah satunya bisa untuk mengembangkan perpustakaan desa.

Ia akan berkoordinasi dengan pemerintah, dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa agar bisa menghimbau desa untuk mengikuti aturan dalam penggunaan dana desa. “Agar minat baca di desa bisa tinggi,” tegasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: