Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Gunung Lemongan yang terletak di wilayah Desa Papringan, Kecamatan Klakah, kemarin malam, sekitar pukul 23.00 WIB, longsor. Meski tidak ada korban jiwa, namun akibat bencana longsor itu, hektaran tanaman sengon dan kopi milik warga rusak.
a'ak abdullah al kudus

Ketua Laskar Hijau, A’ak Abdullah Al Kudus menyampaikan, begitu mendapat informasi gunung Lemongan sebelah sisi tenggara masuk wilayah Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung longsor, pihaknya melibatkan beberapa relawan peduli lingkungan hijau terus mencari tahu apa penyebab terjadinya bencana itu.

Ternyata, digunung Lemongan bagian sisi tenggara, ditemukan adanya pembukaan kawasan hutan lindung oleh masyarakat, diduga untuk dijadikan kebun sengon dan kebun kopi. “Masyarakat asal Desa mana yang melakukan pembukaan kawasan hutan lindung ini, saya belum tahu,” katanya.

Menurut Aak, bencana longsor ini dipastikan akibat adanya pembukaan kawasan hutan lindung yang bersamaan dengan tingginya curah hujan yang terus mengguyur wilayah Kecamatan Klakah dan gunung Lemongan juga sekitarnya.

Diduga air hujan masuk ke pori-pori tanah yang mengakibatkan terjadinya keretakan pada tanah. Apalagi, sejumlah pohon dan tanaman lainnya yang berfungsi sebagai penyangga tanah sudah gundul, sehingga apabila hujan terus mengguyurnya, bencanalah yang datang seperti saat ini.

“Saya minta pihak terkait untuk segera betindak tegas agar pembukaan kawasan hutan lindung dihentikan, sebelum bencana yang lebih besar datang. Sekali lagi tolong hal ini mendapat perhatian serius,” terangnya.

Waka ADM Perhutani Lumajang, H. Muhlisin, S.Hut ketika dikonfirmasi Memo Timur mengaku belum menerima laporan terjadinya bencana longsor di gunung Lemongan itu. Muhlisin mengaku segera menindaklanjuti guna mengetahui penyebab terjadinya longsor itu.

“Sekarang kami bersama anggota akan menuju lokasi longsor itu. Perkembangan nanti kami kabari Mas,” tegas waka ADM Perhutani Lumajang.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: