Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Kondisi badan jalan yang menghubungkan antara Desa/Kecamatan Candipuro dengan Desa Jarit Kecamatan yang sama, rusak parah dan banyak terdapat lubang-lubang besar, sehingga masyarakat pengguna jalan harus extra hati-hati.
jarit lumajang

Apalagi, sejak 2 bulan terakhir ini hujan terus mengguyur wilayah Kabupaten Lumajang. Ketika hujan, lubang-lubang jalan ini akan tergenangi air dan sulit dibedakan mana jalan yang bagus dan mana jalan yang rusak.

Masyarakat pengguna jalan yang berharap agar pemerintah segera melakukan perbaikan, meski secara tambal sulam. Karena dinilai kondisi jalan seperti itu sangat membahayakan akan keselamatan pengguna jalan khususnya pengendara sepeda motor.

“Kalau masyarakat Candipuro saya kira hafal betul mana jalan yang rusak dan mana yang tidak, meski malam bekendara aman saja. Bagaimana dengan pengendara motor luar Desa Candipuro, kondisi jalan kan berbahaya Mas,” kata Hanafi, warga setempat.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ridwan, warga Desa Jarit. Menurutnya, sepanjang jalan raya Desa Jarit mulai perbatasan Desa Candipuro sampai dengan Desa/Kecamatan Pasirian, banyak titik yang rusak. Kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan belum dilakukan perbaikan.

Padahal jalan ini merupakan jalan utama Lumajang menuju Kabupaten Malang lintas selatan. “Masyarakat Lumajang akan tahu kondisi jalan Candipuro dan Jarit pada Minggu (24/12) besok. Kan ada gerak jalan Candipuro Lumajang alias Candil,” tambah Ridwan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU TR) Lumajang, Ir. R. Hadi Prayitno kepada Memo Timur menjelaskan, bahwa jalan Desa/Kecamatan Candipuro sampai dengan Desa Wates Wetan Kecamatan Ranuyoso, merupakan kewenangan jalan pemerintah provinsi Jawa Timur.

“Mulai dari pemeliharaan, perbaikan juga peningkatan jalan, merupakan tanggung jawab pemprov Jatim,” ungkap Hadi.

Atas kondisi jalan rusak seperti itu, pemerintah Kabupaten Lumajang tidak tinggal diam, terus berusaha berkomunikasi dengan pemrov Jatim agar segera dilakukan perbaikan. “Kami berkirim surat resmi akan kondisi jalan itu sudah 4 kali. Apabila DPU TR Lumajang yang memperbaiki, salah dan melanggar ketentuan yang ada,” pungkasnya.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: