Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Pantai Wotgalih dan Dampar Paling Diantisipasi

Lumajang, Motim - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang meningkatkan kewaspadaan di beberapa titik lokasi yang dinilai rawan pada liburan tahun baru 2018 nanti. Antisipasi perlu dilakukan untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat yang sedang pergi berlibur.
wawan hadi siswanto, SH

Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik, Wawan Hadi Siswanto, S.H. M. Sc., menyampaikan dari sekian titik yang dinilai rawan, ada dua pantai yang paling diantisipasi. Yakni Pantai Wotgalih di Desa Wotgalih Kecamatan Yosowilangun dan Pantai Dampar di Desa Bades Kecamatan Pasirian.

Kedua tempat wisata dinilai rawan, mengingat pengunjung di pantai tersebut sangat membludak hingga puluhan ribu dibandingkan dengan tempat wisata lainnya di Lumajang. Hal ini melihat pengalaman di tahun sebelumnya.

Apalagi di tahun sebelumnya, di Pantai Wotgalih ada wisatawan yang tewas. Tentunya hal ini tidak ingin terulang lagi dan perlu meningkatkan kewaspadaan. “Kita tidak mau kecolongan lagi,” katanya.

Sedangkan untuk pantai-pantai yang lain, lanjutnya, memang juga diantisipasi tapi dengan tingkatan yang berbeda. “Karena di pantai lainnya tidak seramai Pantai Wotgalih dan Dampar,” ungkapnya.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD akan dikerahkan dan bekerjasama dengan pihak pengelolah wisata dan juga relawan. Antisipasi akan dilakukan selama 24 jam secara bergantian. Dari TRC BPBD 12 jam, dan 12 sisanya dari relawan dan pihak pengelolah pantai.

Untuk bisa mengawasi semua pengunjung, akan dibuat batas pengunjung sehingga petugas bisa dengan mudah melakukan monitor wisatawan yang ada. Jika ada wisatawan yang melewati batas yang ditentukan itu, akan ditegur.

“Hal ini untuk memastikan pengunjung berada di daerah yang aman,” ungkapnya. Pengunjung memang tetap dibolehkan untuk mandi di bibir pantai, namun tentunya harus berada di dalam batas yang ditentukan.

Selain pantai, beberapa tempat wisata seperti danau dan air terjun juga diantisipasi. Termasuk jalur-jalur yang dinilai rawan. “Titik-titik rawan longsor juga kita antisipasi di Kecamatan Candipuro dan Pronijiwo,” tegasnya.

Kemudian dengan bekerjasama dengan Laskar Semeru dan relawan, Daerah Aliran Semeru (DAS) juga ikut diantisipasi. Para relawan diminta senantiasa melaporkan kejadian di sana. “Karena cuaca ekstrim terjadi hampir tiap hari, kita masih mengantisipasi terjadinya lahar dingin,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: