Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » » » Loemajang Djadoel Harjalu ke-762

Bupati: Sarana Belajar Guyub Rukun

Lumajang, Motim - Kampung Lumajang Jaman Dulun (Jadul) kembali digelar. Tahun ini untuk ketiga kalinya dalam memeriahkan Hari Jadi Lumajang ke-762. Bupati Lumajang, Drs. H. As’at Malik, membuka secara resmi kegiatan ini yang digelar di Kawasan Wonorejo Terpadu (KWT), Sabtu (9/11).
Drs. As'at Malik

Selama tiga hari, masyarakat bisa menikmati Kampung Lumajang Jadul. Hari ini, Senin (9/11) adalah hari terakhir. Ada banyak pameran benda-benda yang ditampilkan di sana. Termasuk juga permainan jaman dulu. Serta makanan dan minuman tradisional yang sudah jarang ditemui.

Bupati Lumajang menyampaikan, melalui Lumajang Jadul ini, bisa sebagai sarana edukasi bagi masyarakat. Karena masyarakat bisa mencontoh kehidupan jaman dulu yang banyak hal-hal positifnya. Dan sudah mulai ditinggalkan saat ini.

Contohnya, kata dia, adalah masyarakat jaman dulu lebih guyub rukun atau hidup bersama-sama. Itu yang perlu dicontoh. Hidup bersama-sama dan saling membutuhkan. “Guyub rukunnya itu yang kita contoh, apalagi ini menghadapi tahun politik,” katanya.

Bupati menegaskan, para sesepuh dulu memang dalam memberikan pendidikan karakter pada anak dengan cara yang unik. Tidak hanya didapat di sekolah. Misalnya, melalui permaina tradisional yang telah dibuat.

Seperti permainan lompat tali, petak umpet, dan gobak sodor. Permainan ini harus dimainkan bersama-sama, tidak bisa dimainkan sendiri. “Kebersamaan. Dulu tidak ada permaianan yang sendiri-sendiri. Sekarang bermain dengan hand phone sudah bisa sendiri,” ucapnya.

Termasuk dengan benda-benda di jaman dulu, yang nampaknya dirancang untuk kebersamaan. “Dulu makanan itu ditaruh di wakul dan minuman di ceret. Untuk bersama-sama. Sekarang paling banyak sudah diwadahi sendiri-sendiri,” ujarnya.

Lumajang Jadul yang ketiga, kata bupati, lebih meriah dari sebelumnya. Karena sudah banyak masyarakat yang antusias untuk terlibat. Tidak hanya dari Lumajang, juga ada wisatawan dari luar daerah yang datang.

“Sekarang lebih dikenal masyarakat. Lebih meriah,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: