Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Sejak sebulan terakhir ini masyarakat Lumajang utamanya yang tinggal di wilayah Kecamatan Pronojiwo dan sekitarnya, sering melihat gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di pulau jawa ini, sering mengeluarkan guguran lava.
gunung semeru

Hal itu terlihat jelas dari arah tenggara bukaan kawah Jonggring Saloko dengan ketinggian sekitar 300 meter dari bibir kawah disertai asap tebal. “Kejadian seperti ini sudah berlangsung sekitar sebulanan ini Pak,” kata Wilujeng, warga Desa/Kecamatan Pronojiwo kepada sejumlah media.

Karena cuaca tetap cerah dan tidak ada yang aneh, maka kejadian itu oleh masyarakat dianggap hal biasa. Bahkan, masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar kaki lereng gunung Semeru tetap melakukan aktivitasnya seperti biasa.

“Gunung Semeru tidak ada masalah, kami bersama masyarakat tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Misalkan mau meletus seperti gunung Agung di Bali itu, tentu ada peringatan untuk masyarakat, khususnya yang ada di sekitaran kaki gunung Mas,” jelasnya.

Kondisi ini direspon oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang dengan melihat langsung kondisi gunung Semeru dari pos pantau pengamatan yang terletak di Gunung Sawur, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

“Kejadian ini biasa terjadi ketika material vulkanik menumpuk di atas bibir kawah dan longsor dan menyerupai guguran lava,” ungkap Kabid kesiapsiagaan dan Logistik BPBD, Wawan Hadi kepada media kemarin siang.

Meski demikian, pihaknya menghimbau agar masyarakat yang bertempat tinggal di sekitaran bantaran sungai untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadi lahar dingin gunung Semeru. “Sebab jutaan kubik material vulkanik akan terbawa oleh lahar dingin. Makanya masyarakat harus tetap waspada,” pungkasnya.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: