Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Keberadaan pengamen dan peminta-minta di pertigaan dan perempatan lampu merah kota Lumajang dikeluhkan warga, diminta segera ditertibkan karena dinilai mengganggu kenyamanan pengendara bermotor juga mengancam akan keselamatan pengendara bermotor juga para pengamen maupun peminta-minta itu sendiri.

Apalagi, mereka harus berlari menuju ke deretan mobil yang antri saat pergantian lampu merah. “Bukan kami enggan untuk memberi sebagian rezeki kepada mereka. Tapi, saya khawatir akan keselamatan mereka. Maka dari itu alangkah baiknya jika ditertibkan,” kata Sadid, salah satu sopir truck asal Desa Selokbesuki Sukodono.

Kabag Ops Dinas Satuan Polisi Pamong Praja Lumajang, Bigyanto ketika dikonfirmasi Memo Timur mengaku kewalahan menertibkan para pengamen dan peminta-minta itu. Sebab mereka saling menghindar ketika petugas datang untuk menertibkan.

“Kami bersama anggota hampir setiap hari menertibkan pengamen dan peminta-minta itu. Tapi ya itu tadi, ketika petugas datang lari. Begitu petugas pergi mereka beroperasi lagi,” ungkapnya.

Namun demikian, pihaknya akan terus meningkatkan giat operasi penertiban terhadap pengamen dan peminta-minta dengan melibatkan personil yang lebih banyak lagi secara bergiliran sehingga tidak banyak waktu bagi mereka untuk beroperasi.

Dan lama-lama jika operasi itu terus dilakukan, dapat dipastikan mereka akan malas beroperasi lagi, khawatir kena operasi penertiban oleh Pol PP. Dan tidak sedikit para pengamen dan peminta-minta yang terjaring operasi.

“Mereka yang terjaring operasi sudah diberi pembinaan dan ketrampilan dengan harapan supaya meninggalkan kebiasaan buruk itu untuk beralih profesi dengan bekal ketrampilan itu. Tapi, mereka mokong Mas,” pungkas Big Yanto (cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: