Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Ditemukan Kartu Kendali Diduga Palsu

Lumajang, Motim - Petugas gabungan kembali menggelar operasi di sejumlah lokasi tambang pasir, Kamis (28/12) mulai sore hari. Kali ini operasi difokuskan di Stokfile dan Areal Pertambangan di Aliran Semeru.
Drs. Basuni

Kepala Satpol PP Lumajang, Drs. Basuni menjelaskan, kegiatan ini dilakukan untuk terus menekan angka kebocoran pajak. Seperti diketahui pajak dari tambang pasir bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Sehingga target PAD pada tahun 2018 nanti dapat tercapai,” katanya.

Ia menjelaskan, petugas dibagi dua kelompok. Kelompok satu menuju lokasi di Pronojiwo. Di sana, di lokasi Pasar Pronojiwo dilaksanakan operasi terhadap truk pengangkut pasir. Hasilnya ada sejumlah truk yang menuju arah Malang harus ditilang karena diduga mengangkut pasir ilegal.

Selanjutnya petugas menuju ke lokasi penambangan. Dan ada beberapa kendaraan yang ditinggal oleh sopirnya. Mereka melarikan diri saat tahu ada patroli dari petugas. Ada sekitar 10 kendaraan yang ditinggal.

“Kemudian bannya digembosi oleh petugas,” kata Basuni.

Untuk kelompok dua, menuju Tempeh dan Pasrujambe. Petugas tiba di Stokfile PT. Purnomo milik Saudara Ronald. Kemudian menuju Kantor Staf Penerimaan Kartu Kendali Surat Keterangan Asal Barang (SKAB) untuk mengecek dugaan adanya Pemalsuan Kartu Kendali yang berasal dari Pemilik Tambang.

Ternyata ditemukan kartu dengan nomor neri dan stempel tidak sama dengan kartu yang diterbitkan pihak Provinsi. Kemudian tim mengambil 5 Kartu Kendali warna merah sebagai BB untuk bahan perbandingan.

Selanjutnya petugas menuju Lokasi Tambang Kopasdal yang dianggap mengeluarkan Kartu tersebut. Di lokasi Tambang milik milik Reo Wahyuardi petugas mengkroscek tentang SKAB yang Stempelnya tidak sama dengan Pemilik Kopasdal yang asli dan tanda tangan dari Pemilik Tambang.

“Dari pihak Kopasdal sendiri membenarkan tidak merasa mengeluarkan SKAB yang diambil dari PT. Purnomo tersebut justru pihaknya merasa dirugikan,” kata Basuni. Hal ini masih ditindaklajuti oleh petugas. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: