Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » » Perambahan Hutan Masih Terjadi, Perhutani Ingatkan Dampak Buruk

Lumajang, Motim - Perambahan hutan masih terjadi di Lumajang. Di sejumlah titik lokasi hutan dibawah pemangkuan Perhutani masih sering menjadi sasaran perambahan. Tak sedikit pohon yang ditebang secara ilegal oleh oknum tak bertanggungjawab.
H Mukhlisin, S.Hut

Pihak Perhutani sendiri dengan pihak berwajib lainnya gencar melakukan antisipasi dengan melakukan operasi. Bahkan kapan hari telah berhasil mengamankan pelaku dan barang bukti kayu hasil rambahan.

Untuk menekan terjadi perambahan hutan agar tidak banyak terulang. Pihaknya bersama dengan BPBD Lumajang dan Komisi D DPRD Lumajang melakukan kegiatan koordinasi untuk mengatasi hal ini.

Salahsatu caranya, dengan melakukan sosialisasi kepada warga yang berada di dekat hutan. Seperti yang dilakukan di Desa Kalipenggung Kecamatan Randuagung. Pihaknya memperingatkan tentang dampak buruk dari aksi penebangan liar.

Selain dampak pada lingkungan, hal itu tentunya melanggar hukum. Karena tak sedikit pohon yang sengaja ditebang dan kemudian difungsikan sebagai kebun warga. “Mengingat, bencana longsor yang terjadi di Dusun Jaba'an Desa Kalipenggung merupakan dampak dari penebangan liar,” kata Waka KSKPH Perum Perhutani Lumajang, .

Lanjutnya, warga sengaja melakukan penebangan, yang dilakukan untuk membuka lahan baru. Sehingga yang tadinya hutan lindung akhirnya berubah menjadi kebun yang ditanami tanaman sengon dan tanaman industri.

“Saat ini dampak longsor tanaman sengon kurang lebih 4 hektare,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: