Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Sehari sebelum Hari Jadi Lumajang, ada sejumlah ritual yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang. Tentunya dengan mengedepankan nilai-nilai adat di Lumajang yang diwariskan oleh leluhur.
dr. Buntaran Suprinato, M.Kes

Seperti dilaksanakannnya acara Ruwat Nagari Lamajang yang digelar di Alun-Alun Lumajang, Kamis (14/12). Wakil Bupati Lumajang, dr. Buntaran Supriyanto M.Kes secara resmi membuka ruwatan ini.

Bersama dengan jajaran Forkopimda, rombongan berjalan dari Dinas Kesehatan Lumajang menuju Alun-Alun Lumajang. Tentunya dengan diiringi cucuk lampa dan disambut dengan tari tradisional khas Lumajang.

Tari tradisional itu yakni “Tari Bedoyo Lamajang” dengan penari yang merupakan duta tari binaan Dinas Pariwisata dan Budaya Lumajang. Terlihat dengan anggun dan lemah gemulai mempersembahkan penampilannya.

Buntaran dalam kesempatan ini, menyampaikan, melalui acara Ruwat Nagari Lamajang, ia berharap bisa berdampak ke masyarakat Lumajang. Untuk bisa lebih makmur, sejahtera, dan tidak banyak terjadi musibah.

“Sehingga masyarakat Lumajang menikmati hidup lebih tenang dan sejahtera,” ungkapnya.

Usai menyampaikan sambutan, wakil bupati beserta rombongan Forkopimda menuangkan 9 sumber mata air. Sembilan sumber mata air atau yang disebut dalam bahasa Jawa yaitu nowo tirto tersebut sebagian besar dari Kabupaten Lumajang. (*/fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: