Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Kendalanya pada Perangkat, Pendamping, dan Kades

Lumajang, Motim - Serapan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Kaliboto Lor sangat minim. Sejauh ini, hanya 34 persen dana yang berhasil terserap. Bahkan se-Kecamatan Jatiroto, Kaliboto Lor menjadi satu-satunya desa yang belum menyerap DD dan ADD seratus persen.
Hj. Dra. Nur Hidayati

Hal ini diketahui usai dilakukan evaluasi penyerapan DD dan ADD di Kecamatan Jatiroto, Selasa (12/12), lalu. Evaluasi dilakukan oleh Komisi A DPRD Lumajang bersama dengan Inspektorat Lumajang, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DMPD) Lumajang.

Dari data yang ada, total pagu dana yang diterima oleh Kaliboto Lor mencapai Rp 723 juta atau menjadi yang paling tinggi di Kecamatan Jatiroto. Dan sisa dana yang belum terserap mencapai Rp 474 juta.

Kondisi ini kemudian menjadi catatan dari dewan. Ketua Komisi A DPRD Lumajang, Hj. Dra. Nur Hidayati mengaku prihatin dengan temuan ini. Pasalnya sudah mendekati tutup anggaran 2017.

“Tanggal 15 Desember sudah tutup anggaran,” katanya saat dihubungi Memo Timur, Rabu (13/12).

Dari evaluasi yang telah dilakukan, hasilnya, ada sejumlah persoalan yang dialami oleh Kaliboto Lor. Hingga mendekati batas akhir, masih terkendala dalam pengelolahan ADD dan DD.

Nur Hidayati menyebut, salah satu kendalanya karena Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada masih belum siap. Banyak perangkat desa yang masih tergolong baru. Sehingga mereka masih harus beradaptasi dengan pekerjaannya.

“Para perangkat banyak yang baru, masih adaptasi. Minim pengetahuan, regulasi, dan pengalaman,” katanya.

Lanjutnya, mereka memang masih dalam tahap pembelajaran karena belum berpengalaman. Masih butuh penyesuaian aturan, perencanaan, dan realisasinya. “Perlu proses dan waktu karena masih banyak belajar dan konsultasi,” terangnya.

Jumlah perangkat desa baru yang ada di Kaliboto Lor semua ada 5 orang. Selain masalahnya ada di perangkat desa, Nur Hidayati menyebut, pendamping desa yang ada di sana dinilai kurang aktif. Termasuk kepala desanya juga.

“Pendamping desanya namanya Aswar tidak aktif. Kades juga kurang proaktif,” ungkapnya.

Ia berharap, persoalan ini segera teratasi sehingga serapan anggaran bisa maksimal. Termasuk pengelolahan anggarannya bisa maksimal pula. “Serapan pada kedua sumber dana tersebut harus benar-benar maksimal dan tepat sasaran agar hasilnya bisa dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: