Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » Suplai Elpiji 3 Kg di Lumajang 30 Ribu Tabung per Hari

Masyarakat Mampu Dihimbau Beralih ke Non Subsidi

Lumajang, Motim - Suplai elpiji 3 kilogram (kg) di Lumajang ternyata tidak sedikit. Dalam sehari, sekitar 25 ribu sampai 30 ribu tabung elpiji subsidi itu dikirim ke Lumajang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Lumajang.
Bright Gas

M. Ali Akbar Felayati, Sales Eksekutif Elpiji Rayon 7, menyampaikan, suplai elpiji ke semua daerah dilakukan tiap hari kecuali hari Minggu dan hari besar. Namun total pengiriman memang sudah sesuai dengan jumlah kebutuhan masyarakat.

Pada Desember ini untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru ini, kata dia, ada tambahan stok elpiji. Ada tambahan yang mencapai 40 ribu tabung pada bulan ini. Karena seperti diketahui, jumlah permintaan di hari besar dan jelang tahun baru diprediksi akan meningkat.

“Ada tambahan untuk mengantisipasi,” katanya.

Untuk stok elpiji 3 kg, Ali Akbar menyebutkan, sebenarnya tidak akan sampai ada kelangkaan. Karena di agen resmi tidak mungkin sampai kehabisan. “Karena di pagi dan sore selalu dipantau stoknya,” ujarnya.

Jikapun ada kelangkaan, mungkin itu di tempat yang jauh dari jangkauan atau jauh dari agen. Sehingga untuk pengiriman ke sana ada kendala dan keterlambatan. Apalagi di cuaca akhir-akhir ini saat hujan terjadi setiap hari.

Ia menegaskan, untuk pengawasan jalur distribusi dan mengecek stok, secara resmi bisa dilakukan sampai di pangkalan atau agen resmi. “Disini kita bisa cek harganya ataupun stok dengan tepat,” ungkapnya.

Sesuai dengan himbauan dari pemerintah, terkait pembatasan penggunaan elpiji 3 kg, bagi masyarakat yang mampu diharap untuk beralih ke elpiji non subsidi. Utamanya untuk menggunakan produk yang baru, Brigh Gas 5,5 Kg dengan tabung warna merah muda.

Ali Akbar menyampaikan, masyarakat bisa menukarkan tabung elpiji 3 kg yang kosong ke agen dengan tambahan biaya untuk mendapatkan tabung Bright Gas 5,5 Kg. “Semua agen sudah menyediakan produk ini. Termasuk di Pertamina,” ucapnya.

Sejauh ini, kata dia, memang belum ada pembatasan yang sifatnya mengingat masyarakat mampu untuk beralih ke elpiji non subsidi. “Termasuk tidak ada pembatasan pembelian elipiji dengan menggunakan kartu khusu,” ucapnya.

Padahal, kata dia, Bright Gas bisa lebih hemat 10 persen dari elpiji 3 kg. Jadi bagi masyarakat berpenghasilan di atas UMR dan juga usaha yang memiliki omset di atas Rp 300 juta, dihimbau tidak lagi menggunakan elpiji bersubsidi. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: