Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Diduga sebagai pengguna sekaligus pengedar pil koplo, dua remaja masing-masing bernama Muhamad Muzaki (21), warga Dusun Besukan, Desa Karangbendo, Kecamatan Tekung, dan Rohmad David Firdaus (25), warga Perum Bumirejo, Desa Sumberejo, Kecamatan Sukodono, ditangkap tim Opsnal Sat Reskoba Polres Lumajang.
AKP Prio Purwandhito

Dari tangan Muhamad Muzaki, petugas mengamankan 22 butir pil koplo yang dikemas dalam plastik sisa jualannya, 1 buah Hand Phone merk Nokia dan uang tunai sebesar 54 ribu. “Muhamad Muzaki ditangkap tim Opsnal Sat Reskoba, Jum’at (15/12), sekitar pukul 21.30 WIB di rumahnya,” tutur Kasat Resnarkoba ,AKP Prio Purwandhito, SH kepada Memo Timur.

Sedang Rohmad David Firdaus, ditangkap pada Sabtu (16/12), sekitar pukul 01.30 WIB, di rumah istrinya yang terletak di jalan Seruji Barat, Kelurahann Ditotrunan, Kecamatan Kota Lumajang. Barang Bukti yang berhasil disita tim Opsnal berupa 7 butir pil koplo berlogo Y, 2 buah bendel plastik klip dan 1 Hand Phone merk Huawei.

“Kedua remaja ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dijerat pasal 197 sub 196 UURI No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan diancam hukuman paling lama 10 Tahun penjara dan sudah kami tahan,” ujarnya.

Ditangkapnya kedua pelaku ini bermula dari informasi masyarakat, apabila keduanya ini dicurigai sebagai pengguna sekaligus menjadi pengedar pil koplo. Atas informasi dan laporan masyarakat itu, Sat Resnarkoba memerintahkan tim Opsnal melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Setelah berhari-hari melakukan penyelidikan, ternyata benar. Lalu tim Opsnal melakukan pemantauan. Setelah keduanya dipastikan berada di rumahnya, tim Opsnal langsung menggerebeknya dan berhasil menangkap keduanya lengkap berikut BB.

Menurut pengakuan keduanya, pekerjaan haram ini baru dilakukan sejak beberapa bulan terakhir ini, bermula iseng menjadi pengguna pil koplo. Selang beberapa bulan, tergiur menjadi pengedar lalu melakukan bisnis haram itu. “Kedua pelaku mengaku kapok dan berjanji tidak akan mengulangi lagi,” jelas Kasat Resnarkoba.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: