Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan



AKBP Rachmad Izwan Nusi, SIK, MH
Tiga pelaku begal sadis saat diboyong petugas.(cho)
Lumajang, Motim - Setelah 3 bulan lamanya melakukan penyelidikan terhadap maraknya aksi begal sepeda motor, akhirnya Tim Reserse Mobile (Resmob) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Lumajang, berhasil meringkus 4 komplotan pelaku begal.

2 dari 5 pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan pada kakinya, karena berusaha melawan saat hendak ditangkap oleh petugas. Dari komplotan ini, petugas menyita sedikitnya 16 unit sepeda motor berbagai merk, kuat dugaan hasil begal serta 2 buah HP, 1 buah BPKB, 1 buah mesin gerinda, 1 buah STNK, 1 buah Helm serta 3 buah celurit.

Keempat pelaku adalah Rudi (26), warga Desa Jatirejo, Kecamatan Kunir, Rudi Hariyanto (28), warga Desa Jatimulyo, Kecamatan Kunir, Suyanto (21), warga Desa Jatimulyo, Kecamatan Kunir, Dani (21), warga Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh.

“Ada 2 pelaku lagi yang masih buron dan masih diburu. Tapi, kedua pelaku itu sudah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) yaitu Adi warga Desa/Kecamatan Kunir dan Adim warga Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh,” kata Kapolres Lumajang, AKBP Rachmad Izwan Nusi, SIK, MH kepada sejumlah media saat Press Release, Senin (8/1).

Tertangkapnya komplotan pelaku begal ini bermula, pada Selasa (7/11), sekitar pukul 18.30 WIB terjadi aksi pencurian dengan kekerasan di jalan Dusun Umengan Desa Nguter, Kecamatan Pasirian, saat pengendara sepeda motor bernama Budi Raharjo (59), warga Dusun Genteng Sari, Desa Pulo, Kecamatan Tempeh, berhenti di tepi jalan kemudian buang air kecil.

Saat buang air kecil, tiba-tiba dari arah belakang korban didatangi 3 orang tak dikenal, salah satu langsung membacok korban dari arah belakang mengenai bagian kepala dan hidung, Sepeda motor milik korban juga dibawa kabur pelaku.

Atas kejadian itu, Tim Resmob terus melakukan penyelidikan. 3 bulan kemudian pihaknya memperoleh informasi apabila tersangka Suyono sering jual beli sepeda motor bodong. Tim Resmob terus mencari dan menangkapnya. Suyono ditangkap Jum’at (5/1), sore lengkap dengan barang bukti hasil kejahatannya berupa 4 unit motor,” ujarnya.

Suyono terus diperiksa oleh penyidik dan mengaku apabila 4 unit sepeda motor itu dibeli dari Rudi dan Rudi Harianto serta Suyanto. Tim Resmob terus mencari keberadaan ketiga pelaku kemudian ditangkapnya.

Rudi, Suyanto dan Rudi Hariyanto ditangkap Sabtu (6/1), sekitar pukul 20.00 WIB, di sebuah warung kopi di Desa Darungan, Kecamatan Yosowilangun, terus dikeler ke Polres Lumajang,” jelasnya.

Dari ketiga pelaku ini diperoleh keterangan apabila Dani, Adi dan Adim juga terlibat dalam setiap aksi kejahatannya. Atas keterangan itulah, Tim Resmob langsung mencari ketiganya. Dani berhasil ditangkap Minggu (7/1), sekitar pukul 22.00 WIB di rumahnya.

“Sedang Adi dan Adim berhasil melarikan diri. Sudah ditetapkan sebagai DPO. Dipastikan tidak lama lagi tergaet oleh Resmob. Dari 50 TKP ini dilakukan dengan cara kekerasan semua Mas,” ungkapnya.

Ketika ditanya berapa Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang sudah dilakukan oleh komplotan begal Rudi Cs, sesuai pengakuannya, komplotan begal ini sudah beraksi di 50 TKP tersebar di wilayah Lumajang selatan.

Masih kata Kapolres, setiap hendak beraksi komplotan pelaku begal memantau situasi dan pergerakan petugas kepolisian melalui akun media social di grup Lumajangsatu, sehingga komplotan begal menjadi leluasa untuk melakukan aksi kejahatannya.

“Yang pasti, Rudi, Rudi Hariyanto, Suyanto serta Dani dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dipidana hukuman penjara 9 tahun. Untuk Suyono dijerat pasal 480 KUHP tentang penadahan barang kejahatan dipidana hukuman penjara 4 tahun,” pungkasnya.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: