Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » » Angin Kencang, Pohon Tumbang di 5 Titik

Pohon tumbang menimpa rumah warga
Lumajang, Motim - Angin kencang yang terjadi di Lumajang pada Minggu (28/1), sore mengakibatkan sejumlah pohon tumbang. Dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, dalam sehari ada pohon tumbang di 5 titik.

Bahkan dua kejadian diantaranya menimpa rumah warga. Tepatnya di Jl. Bengawan Solo, Kelurahan Jogotrunan milik Sutrisno. Sedangkan satunya di Kelurahan Jogoyudan milik Mochid.

Kemdian tiga titik lainnya terjadi di jalan umum dan sempat membuat arus lalu lintas sedikit tersendat. Yakni di Jl. Demokrasi (Patok Baru) Kelurahan Jogotrunan, Jl. Iskandar Muda (Pasar Senggol), dan Jl. Raya Sukosari Kecamatan Jatiroto.

Penanganan yang dilakukan oleh BPBD Lumajang dan petugas lainnya dilakukan secara maksimal. Evakuasi terhadap pohon segera dilakukan sehingga tidak mengganggu situasi yang cukup lama.

Bahkan, kemarin, BPBD telah memberikan bantuan kepada salah satu pemilik rumah yang tertimpa pohon. Bantuan diserahkan langsung Kepala BPBD Lumajang, Ir. Teguh Widjayono, MM.

Rumah Sutrisno tertimpa pohon sono yang berdiameter 40 cm. Hal itu membuat atap rumahnya mengalami rusak yang cukup parah. Dengan bantuan yang diberikan oleh BPBD, diharapkan bisa meringankan bebannya untuk melakukan perbaikan.

“Kita harap bantuan ini bisa meringankan korban akibat angin kencang yang membuat pohon tumbang dan menimpa rumahnya,” katanya.

Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau, Yuli Haris menyampaikan, pihaknya sudah melakukan upaya untuk mengantisipasi adanya pohon tumbang. Khususnya di wilayah perkotaan atau pohon-pohon yang menjadi tanggungjawab Pemkab Lumajang.

Pemotongan dahan dan ranting pohon yang rimbun sudah dilakukan. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalisir pohon tersebut tumbang saat angin kencang. Sementara kalau kondisi pohon tersebut sudah rapuh, sudah dilakukan penebangan.

“Kalau yang rapuh, kita tebang karena tentunya membahayakan,” katanya pada Memo Timur. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: