Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » Banyak Pemilik Stockpile Pasir Enggan Urusi Izin

Kepala Dinas Penanaman Modal dan pelayanan Terpadu Satu Pintu A. Hendro Agung Prasetyarto, SH
Lumajang, Motim - Lumajang sebagai daerah yang memiliki potensi pasir, banyak pengusaha yang memanfaatkannya untuk meraup keuntungan. Termasuk untuk stockpile atau tempat penampungan pasir sementara sebelum diangkut lagi. Namun hampir semua stockpile di Lumajang belum berizin.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan pelayanan Terpadu Satu Pintu, A. Hendro Agung Prasetyarto, SH menyampaikan dari 38 lebih stockpile di Lumajang, hanya 4 diantaranya yang sudah mengantongi izin.

“Ada satu yang katanya masih proses,” ucapnya.

Untuk itu pihaknya sudah mengumpulkan para pemilik stockpile di Lumajang yang belum mengantongi izin agar segera melakukan pengurusan. Pihaknya telah memberikan waktu 30 hari bagi mereka.

Waktu yang diberikan itu, sangat cukup, karena untuk mengurus izin begitu mudah. Cukup mendaftar ke Provinsi via online. Tidak perlu datang langsung ke sana. Prosesnya pun tidak memakan waktu lama.

“Kalau berkas lengkap, bisa dua hari selesai,” jelasnya.

Kenapa banyak pemilik stockpile enggan mengurus izin, kata Hendro, mereka masih belum memahami hak dan kewajiban yang ditanggung. Karena ketika mendirikan usaha tersebut ada banyak hal yang harus diperhatikan.

“Misalnya seperti untuk mengelolah limba, bagaimana penghijaunnya,” ujarnya.

Pemilihan lokasi juga harus tepat. Jadi tidak bisa asal tempat dapat digunakan untuk stockpile. Misalnya harus mengutamakan faktor keselamatan di lingkungan sekitarnya. “Contohnya, harus dilihat apakah dapat mengganggu lalu lintas atau tidak,” ucapnya.

Ia menambahkan, stockpile di Lumajang paling banyak berada di wilayah selatan. Atau di daerah yang dekat dengan pertambangan. Seperti di Pasirian, Candipuro, Tempeh, dan Pasrujambe. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: