Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

ir. Paiman
Ir. Paiman bersama dengan Menteri Pertanian
Lumajang, Motim - Dinas Pertanin Lumajang berharap Badan Pusat Statistik (BPS) bisa melakukan pendataan terkait nilai rata-rata produksi dan produktivitas komoditi pertanian di tingkat Kelompok Tani (Poktan). Karena selama ini data yang ada kurang detail dan hanya di tingkat kabupaten.

“Diharapkan kedepan dipastikan bahwa setiap wilayah kecamatan, desa atau kelurahan, bahkan sampai di wilayah kelompok tani memiliki nilai rata-rata produksi dan produktivitas komoditi pertanian,” kata Kepala Dinas Pertanian Lumajang, Ir. Paiman.

Pendataan ini perlu dilakukan, lanjutnya, juga untuk mendata kebutuhan dari para petani. Misalnya untuk alat ubinan yang akan disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang. Alat ini akan dibagikan kepada seluruh keompok tani di Lumajang.

“Pemkab telah berkomitmen untuk melengkapi alat ubinan bagi kelompok tani secara bertahap,” katanya.

Paiman menegaskan, selama ini sinkronisasi dan proporsionalitas di lapangan juga masih belum merata. Yakni antara kondisi lapangan dengan mekanisme dan cara penghitungan nilai rata-rata produksi, khususnya komoditi padi melalui sampel ubinan.

“Masih terdapat wilayah kecamatan yang memiliki potensi padi sawah yang belum atau tidak memperoleh sampel ubinan padi,” ungkapnya.

Ia berharap sampel ubinan ini akan dilakukan secara merata sehingga proporsional. Yakni dengan melakukan pendataan hingga tingkat bawah atau di kelompok tani masing-masing desa atau kelurahan. Bahkan Dinas Pertanian juga telah melakukan konsultasi dengan Kementerian Pertanian soal mekanisme ubinan. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: