Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

AKP Edi Santoso, SH
Yati, ibu korban saat ditemui Memo Timur di rumahnya. (cho)
Lumajang, Motim - Diduga mencabuli bocah SD, sebut saja Melati (7), Subur (45), guru ngaji asal Dusun Krajan, Desa Sentul, Kecamatan Sumbersuko, dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Sumbersuko, Senin (8/1) malam.

Yati, ibu korban saat dikonfirmasi Memo Timur menuturkan, Senin siang sekitar pukul 12.30 WIB, dirinya mencari buah hatinya untuk disuruh makan. Karena di rumahnya tidak ada, dirinya bertanya pada neneknya. “Neneknya bilang Melati bermain di rumah Subur,” katanya.

Beberapa saat kemudian, neneknya menyuruh dirinya menjemput Melati untuk dibawa pulang. Karena perasaannya tidak enak. Apalagi, sebulan yang lalu, Melati pernah bercerita jika kemaluannya dibuat mainan oleh Subur.

Mendengar cerita neneknya itu, dirinya bergegas menuju ke rumah guru ngaji tersebut, lalu membawa Melati pulang ke rumahnya. Tiba di rumah, Melati ditanya siapa saja di sana, dia menjawab hanya bertiga dengan Rosi dan om Subur.

Saat ditanya main apa saja di sana, Melati menjawab tidak bermain apa-apa, hanya disuruh menginjak-nginjak om Subur. Ditanya dimana, di dalam kamar dan pintunya ditutup dan Rosi bermain di depan TV.

Usai menginjak-nginjak, Melati mengaku diciumi oleh om Subur. Usai diciumi, Melati disuruh tidur lalu celananya dilepas oleh om Subur. “Kata Melati, anunya om Subur ditempelin di anunya Melati,” ucapnya.

Tak terima, dirinya terus mengadukan nasib buah hatinya ke kakaknya, dilanjutkan ke Kepala Desa setempat, kemudian dilaporkan ke Polsek Sumbersuko. “Malam itu juga anak saya dibawa ke Rumah Sakit untuk divisum Mas,” jelasnya.

Apakah kasus yang menimpa Melati ini akan ditangani Polsek Sumbersuko atau unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Polres Lumajang, dirinya tidak mempermasalahkan. Yang penting kata Yati, kasus yang menimpa buah hatinya benar-benar mendapat penanganan yang serius, sehingga proses hukumnya menjadi jelas.

“Subur ini guru ngaji, santrinya banyak. Jika kasus ini tidak diproses secara hukum, khawatir ada korban berikutnya. Makanya, saya minta kasus ini diproses hukum lanjut,” terang Yati kepada Memo Timur saat ditemui di rumahnya, Rabu (10/1), sekitar pukul 09.00 WIB.

Kapolsek Sumbersuko, AKP Edi Santoso, SH ketika dikonfirmasi via ponselnya membenarkan adanya laporan dugaan pencabulan itu. “Masih dalam proses pemeriksaan. Kami juga sudah koordinasi dengan penyidik PPA Polres Lumajang,” tegas Kapolsek Sumbersuko.

Sementara Kanit PPA Polres Lumajang, Ipda Samsul belum berhasil dikonfirmasi oleh Memo Timur terkait kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh guru ngaji terhadap bocah SD yang beru berumur 7 tahun tersebut.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: