Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

AKP Roy Aquary P
Kanit PPA Ipda Samsul Hadi dan foto Camat, Babinkamtibmas PPT PPA saat di rumah korban (cho)
Lumajang, Motim - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskkrim Polres Lumajang pada Rabu (10/1) sore, menerima perlimpahan kasus dugaan pencabulan dari Polsek Subersuko, dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) Desa Sentul, Kecamatan Sumbersuko.

Terlapornya adalah seorang guru ngaji berinisial SB (45), warga Dusun Krajan, Desa Sentul, Kecamatan Sumbersuko. “Kami sudah menerima perlimpahan dugaan kasus tersebut dari penyidik unit Reskrim Polsek Sumbersuko, kemarin sore Mas,” tutur Kanit PPA Sat Reskrim Polres Lumajang, Ipda Samsul Hadi mendampingi Kasat Reskrim, AKP Roy Aquary P kepada Memo Timur via ponselnya.

Untuk menentukan terlapor itu bersalah atau tidak, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi maupun terlapor guna didengar keterangannya. Surat panggilan kata Kanit PPA sudah dibuat dan sudah diajukan ke Kasat Reskrim. “Jika sudah turun langsung kami kirim ke bersangkutan Mas,” katanya.

Ditanya, apabila dalam proses pemeriksaan terlapor terbukti bersalah akan dijerat pasal apa, dengan tegas Kanit PPA mengatakan atas perbuatannya itu terlapor akan dikenakan pasal 81 UURI No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Jika terbukti bersalah terlapor bisa dipidana hukuman penjara paling lama 15 Tahun. Biar lengkap datanya, menunggu hasil pemeriksaan saja ya,” jelasnya.

Sementara itu Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPT-PPA) Kabupaten Lumajang melalui Kepala Bidang Perberdayaan Perempuan dan Anak ( Kabid PPA), Latifah Hanun ketika dikonfirmasi via ponselnya, Kamis (11/1), siang menyampaikan, begitu memperoleh ada kejadian itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah Kecamatan Sumbersuko dan Desa setempat.

Lalu, bersama-sama mendatangi rumah korban bermaksud untuk memberikan pendampingan Psikolog agar tidak mengalami trauma. “Pendampingan Psikolog sudah dilakukan. Termasuk mencatat apa yang dibutuhkan,” ungkapnya.

Apabila dari keluarga korban juga membutuhkan pendampingan secara hukum, maka PPT PPA Pemkab Lumajang akan menyiapkan. “Kami rasa pemerintah Desa Sentul bisa kok. Misalnya pendampingan hukum masih dibutuhkan, kami akan menyiapkan,” pungkas Latifah.

Sebelumnya, diduga mencabuli bocah SD sebut saja Melati (7), SB (45), guru ngaji asal Dusun Krajan, Desa Sentul, Kecamatan Sumbersuko, dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Lumajang, Senin (8/1), malam oleh orang tua Melati. (cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: