Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Kabag Administrasi ESDA dan Perekonomian Setda Lumajang, Agus Setiawan, SP, M.Si.
Operasi Pasar
Lumajang, Motim - Harga beras belakangan diketahui mengalami kenaikan harga. Hingga saat ini harga terpantau masih belum normal. Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Satgas Pangan Kabupaten Lumajang terus memantau perkembangan harga beras.

Hal ini dilakukan demi memastikan inflasi Kabupaten Lumajang tetap terkendali. “Terkait dengan stabilitas harga kebutuhan bahan pangan, pada dasarnya kami memastikan balance antara penawaran dan permintaan,” kata Kabag Administrasi ESDA dan Perekonomian Setda Lumajang, Agus Setiawan, SP, M.Si.

Pihaknya juga meminta partisipasi dari masyarakat untuk konsumsi bahan pokok secara bijak serta tidak panik. Ia juga menegaskan, agar masyarakat tidak menimbun bahan secara berlebih sehingga harga nantinya perlahan stabil.

Demi menjaga agar tidak terjadi praktek-praktek penimbunan beras oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, Satgas Pangan secara berkala memantau gudang-gudang beras di Lumajang. Dari hasil pengecekan, tidak ditemukan penimbunan beras di Lumajang.

“Kami bersinergi dengan TNI dan pemerintah untuk memastikan kestabilan pangan di Lumajang. Selama ini hasil dari pengecekan di gudang-gudang beras belum kita temui penimbunan beras,” ujar anngota Satgas Pangan, AKP. Roy Aquary Prawirosastro.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Sub Divre Probolinggo, Tommy Despalingga memastikan bahwa stok beras di Lumajang aman untuk beberapa bulan ke depan. Untuk saat ini stok Bulog 12 ribu ton lebih.

“Stok tersebut itu aman untuk 4 sampai 5 bulan kedepan,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: