Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » » Harga Beras Naik Signifikan, Operasi Pasar Digelar Sampai Harga Stabil

agus eko
Operasi pasar di Lumajang. (fit)
Lumajang, Motim - Harga beras di pasaran mengalami kenaikan signifikan secara nasional. Tak terkecuali di Lumajang, harga beras kualitas medium mengalami kenaikan hingga 10 persen dibandingkan dengan bulan lalu. Untuk menekan harga, operasi pasar dilakukan hingga harga kembali stabil.

Dari laporan terbaru Dinas Perdagangan Lumajang, untuk beras jenis bengawan di harga Rp 12 ribu perkilogram, jenis mentik Rp 11 ribu perkilogram, dan jenis IR 64 Rp 9.100 perkilogram.

Jika dibandingkan dengan sebulan yang lalu, harga beras jenis bengawan masih di angka Rp 10 ribu perkilogram, jenis mentik Rp 9.500 perkilogram, dan jenis IR 64 Rp 8.500 perkilogram.

Kepala Dinas Perdagangan Lumajang Drs. Agus Eko mengatakan, harga beras merangkak naik selepas tahun baru. “Sampai akhirnya naik lebih 10 persen dari harga normal. Contoh harga medium bisa Rp 11 ribu perkilogram. Kalau di eceran bisa lebih dari itu,” katanya pada Memo Timur, Kamis (11/1).

Untuk menekan lonjakan harga ini, pihaknya telah bekerjasama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Probolinggo mulai menggelar operasi pasar. Rencananya akan digelar hingga 31 Januari. Namun jika harga belum stabil, operasi pasar akan terus dilakukan.

“Kalau nanti harga belum beranjak membaik akan terus dilakukan. Karena stok juga masih banyak dan tidak dibatasi oleh Bulog. Sesuai permintaan kita,” ucapnya.

Harga yang ditawarkan pada masyarakat saat operasi pasar pun sangat jauh dengan di pasaran. Harganya Rp 8.100 perkilogram dan sudah dikemas dalam paket 5 kilogram. Jauh lebih murah dibandingkan dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Rp 9.450 perkilogram.

Ada dua mekanisme operasi pasar yang dilakukan oleh Dindag. Pertama, beras dijual di posko yang didirikan di Kantor Dindag Lumajang. Masyarakat bisa berkunjung ke sana untuk membeli beras dengan harga murah.

Kedua, dengan menggunakan kendaraan, operasi pasar dilakukan secara mobile. Kendaraan akan berpindah-pindah di tempat keramaian. Untuk kemarin, dilakukan di Pasar Baru Lumajang dan Pasar Serangin.

Bahkan, ada tambahan komoditi yang juga ikut dijual dalam operasi pasar kali ini. Yakni minyak goreng yang dijual dengan harga murah pula. Harganya Rp 10 ribu yang dikemas dalam plastik atau refil.

Agus Eko menambahkan, dari pantuan yang telah dilakukan oleh pihaknya, penyebab kenaikan harga beras di Lumajang karena dua hal. Pertama, karena cuaca ektrem yang terjadi. Hujan melanda Lumajang hampir setiap hari. Hal ini membuat pengusaha penggilangan padi mengalami pembekakan biaya produksi.

“Jika biasanya melakukan penjemuran sekali, bisa jadi tiga kali karena belum kering. Sehingga cost industri juga meningkat,” jelasnya.

Penyebab kedua, panen kali ini di Lumajang diakuinya tidak maksimal. Sehingga menyebabkan produksi beras juga mengalami penurunan. “Memang banyak panen tapi produksi juga turun,” ucapnya.

Ia menambahkan, kemudian untuk penyebab kenaikan yang diduga adanya pengusaha nakal yang melakukan penimbunan beras, hal itu tidak ditemukan di Lumajang. “Untuk orang-orang yang memanfaatkan nyari untung dengan menimbun, di Lumajang tidak ada” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: