Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Bangkai ayam yang dibungkus kain kafan yang dikira janin bayi. (cho)
Lumajang, Motim - Warga Desa Banyuputih Lor, Kecamatan Randuagung, Kamis (25/1) sekira pukul 13.00 WIB mendadak heboh. Pasalnya, salah satu warga setempat menemukan bungkusan kain kafan penuh darah di sekitaran Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. Warga mengira isi dalam kafan tersebut janin bayi yang dibuang.

Tanpa memastikan isinya, warga pun kemudian menguburnya di TPU tersebut. Namun hal itu mengundang perhatian warga yang lain. Kemudian melaporkan kejadian ini ke Kepala Desa (Kades) dan Polsek Randuagung juga Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Lumajang. Hampir bersamaan, Kades dan petugas dari Polsek Randuagung dan Polres Lumajang tiba di TPU.

Tanpa membuang waktu, petugas langsung membongkar kuburan tersebut mengambil bungkusan yang dikira janin bayi itu lalu dikirim ke Kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haryoto Lumajang dengan menggunakan mobil ambulan desa untuk dilakukan outopsi.

Kepala Kamar Mayat RSUD dr. Haryoto Ahmad Mustofa saat ditemui Memo Timur di kantornya mengatakan, begitu mobil ambulan dari Desa Banyuputih Lor, Kecamatan Randuagung, itu sampai didepan pintu, dirinya terus mengambil kereta jenazah untuk membawa bungkusan kain kafan tersebut.

Bungkusan kain kafan tersebut dimasukkan dalam kardus. Dibantu petugas yang lain, bungkusan itu terus dibawa ke kamar mayat untuk dilakukan pemeriksaan.

Betapa kagetnya, ketika bungkusan kain kafan itu dibuka ternyata berisi bangkai ayam penuh darah. Awalnya, dirinya juga mengira bungkusan itu berisi janin bayi. Karena melihat kain kafannya itu diikat sama seperti orang meninggal dunia pada umumnya.

“Setelah dibuka, ternyata berisi bangkai ayam, kemudian saya bakar. Bisa jadi bungkusan itu milik orang yang tengah belajar ilmu hitam untuk pesugihan, kekebalan atau lainnya Mas,” kata Ahmad Mustofa.

Di sisi lain Kapolsek Randuagung AKP M. Toha, SH mengatakan, pihaknya hanya menjalankan tugas untuk mengangkat bungkusan kain kafan tersebut tanpa melihat isinya.

“Anggota kami bersama petugas SPK tidak melihat apa isi bungkusan kain kafan itu. Begitu diangkat dari kuburan itu terus dimasukkan ke mobil ambulan terus dibawa ke RSUD. Saat dibuka (di rumah sakit) ternyata bangkai ayam,” tuturnya kepada Memo Timur via ponselnya. (cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: