Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Rapat Kerja Baznas Lumajang di Pendopo
Rapat Kerja Baznas Lumajang di Pendopo
Lumajang, Motim - Zakat yang terkumpul di Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lumajang sepanjang 2017 mencapai Rp 4,5 miliar. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Di 2018, ditarget zakat lebih banyak terkumpul lagi. Caranya dengan mengoptimalkan zakat dari Pegawai Negeri Sipil (PNS). Jika optimal, dari jumlah PNS yang ada diperkirakan bisa mencapai Rp 8 miliar.

Bupati Lumajang, Drs. H. As’at Malik, M.Ag mengatakan, jumlah PNS di Lumajang sekitar 8 ribu orang. Jika pendapatan zakat tahun kemarin Rp 4,5 miliar, artinya kalau dirata-rata tiap PNS membayar zakat Rp 5 ribu per bulan.

Padahal kalau dioptimalkan, jika tiap PNS membayar zakat 2,5 persen dari gajinya, bukan tidak mungkin bisa didapat Rp 8 miliar. Karena gaji PNS rata-rata Rp 4 juta, 2,5 persennya sekitar Rp 100 ribu.

“Kalau bisa terkumpul semua jadi minimal Rp 8 miliar,” kata bupati saat membuka Rapat Kerja Baznas Lumajang di Pendopo, Senin (29/1).

Namun, kata bupati, memang tidak semua PNS membayar zakatnya melalui Baznas. Karena ada banyak PNS yang memilih untuk membayarkan zakatnya secara langsung pada yang bersangkutan. Adapula yang membayar melalui lembaga zakat lain.

“Ada juga yang dikumpulkan di kantornya,” ucapnya.

Ia menegaskan, di tahun ini jumlah PNS yang ada akan berkurang karena banyak yang pensiun. Tapi bupati tetap optimistis jika potensi yang ada dioptimalkan minimal bisa terkumpul Rp 5 miliar. Bahkan bisa lebih dari itu.

“Kalau dapat Rp 6 miliar juga dimungkinkan. Bisa juga sampai Rp 7 miliar. Insyaallah kalau kita bisa maksimal lagi bisa dapat,” tegasnya.

Agar zakat bisa terkumpul optimal, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) akan dilibatkan lebih maksimal. Bupati manambahkan, kepedulian Lumajang terhadap zakat begitu besar. Bahkan diakui ole Baznas Jawa Timur.

“BAZ kita ditangani orang-orang yang aktif. Sehingga kehadiran BAZ bisa dirasakan masyarakat. Berbeda dengan daerah lain, kita bisa melaksanakan dengan baik karena melibatkan banyak orang,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: