Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Petugas saat melakukan proses olah TKP. (cho)
Lumajang, Motim - Kasus kematian H. Ali Adnan (54), warga Dusun Krajan, Desa Bades, Kecamatan Pasirian, yang ditemukan di dasar sungai Kali Pancing, Desa Madurejo, Kecamatan Pasirian, Selasa (16/1), sekitar pukul 07.00 WIB, yang cukup menghebohkan masyarakat masih terus diselidiki oleh unit Reskrim Polsek Pasirian diback up Sat Reskrim Polres Lumajang.

“Kasus itu masih terus kami selidiki guna mengungkap apakah korban ini bunuh diri dengan cara lompat dari atas jembatan atau menjadi korban begal dan mungkin ada sebab lain,” tutur Kanit Reskrim Polsek Pasirian, Ipda Lugito, SH ketika dikonfirmasi Memo Timur, Rabu (17/1).

Hasil Outopsi yang dilakukan tim medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haryoto Lumajang Selasa siang kemarin itu, diperoleh keterangan pada organ tubuh korban terdapat banyak luka alias remuk seperti tulang rusuk nomor 2 sampai dengan 6 patah, bagian kepalanya juga terdapat luka.

Lanjut Lugito, saat ini, pihaknya bersama penyidik Polres Lumajang masih fokus mencari keberadaan sepeda motor jenis matic yang dikendarai korban. Dalam proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kemarin, petugas hanya menemukan kunci motor dan sejumlah obat.

“Sepeda motornya tidak ada, dicari di sekitar TKP juga tidak ditemukan. Inilah yang membuat kami kesulitan menyimpulkan apakah korban ini bunuh diri atau korban begal. Lebih jelasnya menunggu motornya ditemukan dulu Mas,” tuturnya.

Lebih jelas Lugito menyampaikan, semasa hidupnya korban telah menikah dengan seorang perempuan asal Desa Padomasan, Kecamatan Jombang, Jember, lalu pergi merantau ke Malaysia dan sukses. “Korban sakit stroke saat jayanya itu Mas,” ujarnya.

Entah apa penyebabnya, tiba-tiba rumah tangga korban diterpa masalah akhirnya keduanya memilih cerai. Korban terus pulang ke Desa Bades ikut adik kandungnya. Selama tinggal bersama adiknya, kondisi kesehatan korban sering sakit-sakitan.

Meski kondisi kesehatannya sering jatuh sakit, korban sering keluar rumah dengan mengendarai sepeda motor. Adiknya sering mengingatkan agar tidak keluar rumah, namun korban tidak pernah mengindahkan, terus saja pergi. “Pulang ke rumah, seringnya korban mengeluh sakit. Ketika diingatkan jangan pergi, marah-marah Mas,” katanya.

Senin (15/1) sore, korban keluar rumah dengan mengendarai sepeda motor jenis matic. Ketika ditanya, korban diam terus pergi. Adiknya mengetahui korban ditemukan warga meninggal dunia di dasar sungai Kali Pancing, dari informasi masyarakat juga dari akun facebook.

“Ada salah satu warga sekitar lokasi kejadian pada Senin sore itu mengaku melihat korban mondar mandir di sekitar jembatan sungai Kali Pancing itu. Ditanya terus gimana, warga itu mengaku tidak tahu,” tegas Kanit Reskrim Polsek Pasirian.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: