Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Nawawi, salah satu pelaku begal saat diamankan di Mapolres Lumajang (cho)
Lumajang, Motim - Setelah dilakukan penyelidikan selama 3 pekan lamanya, akhirnya aksi pencurian dengan kekerasan alias begal yang menimpa Bayu Fernando, anggota TNI Yonkav 3 Desa Randuagung, Kecamatan Singosari, Malang, pada 26 Desember 2017 yang lalu, berhasil diungkap oleh Tim Resmob Sat Reskrim Polres Lumajang.

Dalam pengungkapan itu, Tim Resmob menangkap 2 pria muda yang diduga sebagai komplotan pelaku begal diantaranya Nawawi (35), warga Dusun Krajan, Desa Brumbungan Kidul, Kecamatan Maron, Probolinggo dan Eko Cahyono Prihanto (34), warga Dusun Batu Lumpang, Desa Selogudik, Kecamatan Pajarakan, Probolinggo.

Barang Bukti yang berhasil diamankan 1 buah HP merk Xiomi Redmi dan 1 buah HP merk Samsung J1 ace. “Nawawi dan Eko ini kami tangkap Jum’at (12/1), sekitar pukul 17.00 WIB,” kata Kasat Reskrim, AKP Roy Aquary Prawirosastro, SH ketika dikonfirmasi Memo Timur.

Terungkapnya aksi pencurian dengan kekerasan ini bermula, saat Tim Resmob melakukan penyelidikan diperoleh petunjuk apabila HP merk Xiomi milik korban, digunakan oleh seorang perempuan bernama Devi, warga Probolinggo.

Untuk kepentingan penyelidikan, Tim Resmob terus mendatangi Devi lalu memintai keterangan terkait HP tersebut. Devi kepada petugas mengaku beli dari Nawawi, saat itu diantar oleh pamannya Rudi Hartono. “HP diamankan guna mengungkap siapa komplotan pelaku begal ini,” jelasnya.

Atas keterangan Devi dan Rudi Hartono, Tim Resmob terus mencari keberadaan Nawawi dan berhasil diamankan. Dari Nawawi diperoleh keterangan, jika HP yang dijual kepada Devi didapat dari temannya bernama Eko Cahyono Prihanto. Tim Resmob langsung memburunya dan berhasil ditangkapnya.

Kepada petugas, Eko Cahyono Prihanto mengaku apabila HP itu didapat dari temannya bernama Ningram. Tak mau kehilangan, Tim Resmob langsung mendatangi rumahnya. Tapi, gagal menangkapnya, diduga sudah kabur.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Resmob Polres Probolinggo untuk mencari dan menangkap Ningram, mudah-mudahan segera tertangkap. Ningram tertangkap, semuanya akan terungkap,” tegas Kasat Reskrim.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sabtu (26/12) sekitar pukul 11.00 WIB, Bayu Fernando berboncengan dengan tunangannya mengendarai sepeda motor Honda Vario 150 putih Nopol N 4492 UV perjalanan dari Malang menuju ke rumahnya di Desa Banyuputih Lor, Kecamatan Randuagung.

Saat melintas di jalan raya Dusun Curah Mayit, Desa/Kecamatan Randuagung, korban dipepet oleh 6 Orang Tak Dikenal (OTD) dan salah satu OTD itu membacok korban. Setelah terjatuh, sepeda motor berikut tas milik tunangannya berisi uang dan 2 buah HP dirampas kemudian kabur.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: