Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

As'at malik
Lumajang, Motim - Dalam rangka Mitigasi bencana tanah longsor di Gunung Lemongan yang terjadi pada pertengahan Desember 2017 kemarin, akibat alih fungsi hutan lindung menjadi kebun sengon albasia oleh masyarakat tertentu. Hektaran tanaman kopi milik warga rusak akibat bencana tersebut.

Bencana tanah longsor jika terus terjadi mengancam beberapa Desa yang ada di sekeliling Gunung Lemongan, diantara Desa Kalipenggung, Desa Salak, Desa Ranulogong, Desa Tunjung dan Desa Gedang Mas Kecamatan Randuagung.

Masyarakat yang peduli terhadap lingkungan hijau yang tergabung dalam pecinta alam Laskar Hijau bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang, Kodim 0821, Polres, Perum Perhutani dan pecinta alam peduli lingkungan hijau se Jawa Timur, Minggu (7/1), melakukan penanaman pohon berbagai jenis di Gunung Lemongan dengan tema “Tanam Do’a di Tanah Longsor Gunung Lemongan”.

Ketua penyelenggara A’ak Abdullah-Al Kuddus kepada sejumlah media menyampaikan, kegiatan penghijauan di Gunung Lemongan ini sengaja digelar dengan melibatkan semua pihak, tidak lain untuk terciptanya kelestarian lingkungan agar Lumajang tetap hijau.

Berbagai jenis pohon yang sudah ditanam oleh Laskar Hijau berjumlah 10 ribu pohon terdiri 3 ribu bambu petung 7 ribu beragam pohon buah dan pohon konservasi. “10 ribu pohon itu kami tanam di kawasan hutan lindung petak 12 dan 13 di sisi tenggara Gunung Lemongan,” tuturnya.

Secara terpisah Waka ADM Perum Perhutani SKPH Lumajang KPH Probolinggo, H. Muslikhin, S.Hut mengatakan, kegiatan tanam pohon di Gunung Lemongan ini merupakan aksi nyata semua elemen masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan lindung Blok Gunung Lemongan.

Apabila semua pihak terus berperan aktif, maka dapat dipastikan kelestarian hutan akan terjaga dan terus tumbuh hijau, sehingga bencana tanah longsor atau banjir seperti yang terjadi kemarin, tidak akan terjadi dikarenakan sudah banyak penyanggah tanah.

Dalam kegiatan itu Perum Perhutani menanam sedikitnya 15 ribu pohon tanaman berkayu seperti pohon Durian, Nangka dan pohon konservasi diantaranya pohon Mahoni, Bendo, pohon kayu Manis. “15 ribu pohon itu sudah ditanam di titik rawan bencana longsor,” ungkapnya.

Di Tahun 2018 kata Waka ADM Perum Perhuatani, masih ada 500 ribu pohon lagi yang bakal ditanam terdiri dari pohon Jati, Mahoni, Damaran, Pinus, Durian, Pete. “Lokasi penanaman tidak hanya di Gunung Lemongan saja. Wilayah hutan Kecamatan Senduro, Pasirian, Candipuro, Pronojiwo, Tempursari, Gucialit dan juga Ranuyoso,” pungkasnya.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: