Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Pasca libur tahun baru, banyak sampah berserakan di lokasi wisata Pantai Dampar yang terletak di Desa Bades Kecamatan Pasirian. Seperti diketahui, puluhan ribu wisatawam membanjiri salah satu destinasi favorit di Lumajang ini.
perhutani

Memang disayangkan, tidak ada upaya dari pemerintah desa setempat atau pengelolah wisata yang bergerak untuk melakukan pembersihan. Hingga Selasa (2/1) siang, terlihat banyak sampah berserakan dan menumpuk di sana.

Melihat kondisi ini, pihak Perhutani Lumajang dan Polsek Pasirian melakukan bersih-bersih di sana. Sebelumnya, pihak Perhutani selaku pemangku kebijakan tidak dilibatkan oleh pemerintah desa dan pengelolah wisata yang ditangani masyarakat setempat.

Hal ini tentunya disayangkan oleh Perhutani, sehingga tidak ada tindakan serius pasca liburan untuk memulihkan pantai agar kembali bersih. Untuk itu pihaknya langsung berinisiatif melakukan pembersihan sampah di sana.

Sekitar 20 petugas terjun langsung ke lokasi pantai. Menyisir bibir pantai untuk memungut sampah yang ada di sana. Memang tidak terlihat tempat sampah yang disediakan di sana. Sehingga sampah tidak terkontrol dan dibuang di semua titik pantai.

Waka KSKPH Perum Perhutani Lumajang, H. Mukhlisin, S.Hut menyampaikan, hal ini perlu dilakukan agar Pantai dampar kembali terlihat bersih. “Setelah libur tahun baru, kita lihat sampah dimana-mana sehingga pantai kotor dan belum ditangani,” katanya.

Dari upaya bersih-bersih yang dilakukan oleh petugas ini, berhasil terkumpul sekitar 15 karung sampah. Namun upaya baik ini terhenti, karena ada oknum masyarakat setempat yang menghalau petugas dan menyuruh untuk beranjak dari sana.

Terlihat oknum masyarakat emosi dan suasana memanas. Sehingga petugas lebih memilih mengalah dan beranjak dari sana. Untuk menyelesaikan persolan ini, Perhutani lebih memilih menemui pihak desa.

Mukhlisin menegaskan, belum ada alasan yang tepat mengapa mereka menghalau petugas, padahal ini ranah dari Perhutani. Kemudian, jika mereka sebelumnya mengelolah tempat wisata seharusnya sampah juga ditangani. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: