Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » » » Polemik Pantai Dampar Desa Bades

Pendapatan Karcis Masuk Sudah Dibagi dengan Perhutani
perhutani
Pantai Dampar di Desa Bades Kecamatan Pasirian. (fit)
Lumajang, Motim - Polemik Pantai Dampar di Desa Bades Kecamatan Pasirian lambat laun mulai terselesaikan. Polemik yang melibatkan Pihak Perhutani Lumajang dengan warga setempat dan pihak desa menemui titik terang.

Seperti diketahui, pihak desa setempat sudah melaksanakan kesepakatan bagi hasil pendapatan karcis masuk dengan pihak Perhutani. Kepala Desa Bades Sulihadi mengatakan, jika hasil penjualan karcis Pantai Dampar selama tahun baru kemarin, 70 persen untuk Perhutani dan 30 persennnya untuk pihak Desa.

Kerjasama yang dilakukan dengan pihak Perhutani tersebut bertujuan untuk melakukan penataan di lokasi wisata Pantai Dampar. “Warga sana memang tidak mau kalau ada logo Perhutani, entah maunya bagaimana saya tidak tahu,” katanya.

Selama libur tahun baru kemarin, penjulan karcis mencapai Rp 80.500.000 dari penghasilan selama dua hari. Jumlah tersebut sudah dibagi rata sesuai dengan pengeluaan dari kedua belah pihak.

Dengan rincian pengeluaran dari pihak Perhutani sebesar Rp 53.950.000 sedangkan pihak desa mengeluarkan dana sebesar Rp 22.071.000. Sedangkan sisanya sebasar Rp 4.479.000 murni masuk ke kas desa setempat.

Sulihadi tidak membenarkan, jika ada kabar seluruh hasil penjualan karcis masuk ke Pantai Dampar masuk kas desa. “Bukan untuk kas desa karena disitu ada kesepakatan dengan pihak Perhutani. Hak Perhutani juga sudah kami bayarkan” tuturnya.

Maka dari itu dia berharap kedepan tidak ada lagi permasalahan antar masyatakat Dampar dengan pihak Perhutani. Sehingga Pantai Dampar menjadi wisata yang banyak dikunjungi masyarakat untuk berwisata. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: