Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » » Polisi Amankan 14 Gelondong Kayu Jati Curian

Kanit Reskrim Polsek Pasirian, Ipda Lugito, SH
Petugas saat menunjukkan 14 gelondong kayu jati (cho)
Lumajang, Motim - Petugas Patroli Polsek Pasirian, Senin (15/1) siang berhasil mengamankan timbunan kayu jati di belakang rumah warga Dusun Timur Curah, Desa Bago, Kecamatan Pasirian, sebanyak 14 gelondong kayu jati berukuran besar yang diduga hasil penebangan liar dari kawasan hutan wilayah RPH Bago petak 20 B Blok pantai Bambang.

Kanit Reskrim Polsek Pasirian, Ipda Lugito, SH ketika dikonfirmasi Memo Timur menjelaskan, kasus penemuan kayu jati sebanyak 14 gelondong itu sudah ditangani oleh unit Reskrim. Kasus tersebut, masih dalam proses penyelidikan.

Terungkapnya penimbunan kayu jati itu bermula petugas patroli mendapat laporan dari pihak perhutani, apabila di belakang rumah Sri Fatimah terdapat timbunan kayu jati sebanyak 14 gelondong diduga hasil penebangan liar dari wilayah hutan pantai Bambang.

Atas laporan itu, pihaknya bersama petugas Perum Perhutani terus mendatangi lokasi dimaksud untuk memastikan kebenarannya dan ternyata benar. “Di sana kami melihat ada 14 gelondong kayu jati dan ukurannya besar-besar Mas,” tutur Kanit Reskrim, Selasa (16/1).

Menurut keterangan Sri Fatimah, yang menaruh gelondongan kayu jati tersebut adalah saudaranya berinisial SP bersama SL dan 2 temannya lagi, diangkut menggunakan kendaraan jenis Pick Up warna hitam.

Sri Fatimah juga menyampaikan, beberapa waktu yang lalu S bersama SL dan 2 temannya itu juga melakukan perbuatan yang sama. “Usai diolah menjadi sirap dan lain-lain, kemudian diangkut keluar lagi menggunakan kendaraan yang sama,” katanya.

Untuk keperluan proses hukum selanjutnya, 14 gelondong kayu jati tersebut terus diangkut menuju ke Tempat Penimbunan Kayu (TPK) milik Perum Perhutani yang terletak di Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, untuk diamankan. “Kami masih fokus mencari keberadaan SP dan SL,” jelas Lugito.

Secara terpisah waka ADM Perhutani KSPH Lumajang KPH Probolinggo, H. Muhlisin, S.Hut kepada Memo Timur membenarkan. Pada kasus ini, pihaknya mempercayakan sepenuhnya kepada penyidik Polsek Pasirian, yang intinya kasus tersebut untuk diproses secara hukum yang berlaku.

Akibat perbuatan para pelaku, kerugian perum Perhutani RPH Desa Bago sekitar 15 juta lebih. “Saya juga minta kepada penyidik, supaya kasus ini terus dikembangkan. Siapa tahu, komplotan pelaku pencurian kayu hutan ini banyak lokasi yang pernah dilakukan sebelumnya,” ungkapnya.

Muhlisin juga menjelaskan, di tahun 2017 ilegal Logging di Lumajang mengalami penurunan yang siginifikan mencapai 40 persen jika dibanding tahun 2016. Keberhasilan ini tidak lepas dari campur tangan aparat kepolisian bersama masyarakat sekitar hutan yang kompak menjaga kelestarian hutan untuk tetap hijau.

“Target Perum Perhutani 2018 jumlah ilegal Logging di wilayah semakin menurun. Jika di tahun 2017 menurun hingga 40 persen, maka tahun 2018 harus mencapai 60 persen,” pungkas Muhlisin.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: