Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Kanit PPA Sat Reskrim Polres Lumajang, Ipda Samsul Hadi (cho)
Lumajang, Motim - Kasus dugaan pencabulan terhadap bocah SD sebut saja Melati (7) yang dilakukan oleh terlapor SB (45), warga Dusun Krajan, Desa Sentul, Kecamatan Sumbersuko, sekarang ditangani oleh unit Reskrim Polsek Sumbersuko.

Keterangan ini disampaikan oleh Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Lumajang, Ipda Samsul Hadi saat ditemui Memo Timur, Senin (21/1), di kantornya.

Kenapa kasus dugaan pencabulan itu dilimpahkan kembali ke unit Reskrim Polsek Sumbersuko, dikarenakan untuk saat ini unit PPA sendiri masih overload. Belum lagi, penyidik unit PPA Sat Reskrim dikenakan pengamanan di Mapolres Lumajang.

Dengan dilimpahkannya kasus tersebut ke unit Reskrim Polsek Sumbersuko, diharapkan proses penanganannya tetap maksimal sesuai dengan aturan yang ada. “Kapan terlapor maupun saksi akan diperiksa, bisa tanya langsung ke penyidik Sumbersuko,” tegas Kanit PPA, Samsul Hadi.

Kanit Reskrim Polsek Sumbersuko, Aipda Susanto Kurniawan, SH ketika dikonfirmasi membenarkan jika kasus dugaan pencabulan tersebut sudah ditangani unit Reskrim Polsek Sumbersuko dan saat ini masih tahap lidik.

Kapan saksi maupun terlapor akan diperiksa kembali, Kanit Reskrim menuturkan semuanya akan diperiksa setelah proses lidik selesai. “Proses penanganan kasus ini masih terus berlangsung. Saat ini masih dalam lidik,” terang Kurniawan.

Sebelumnya, diduga mencabuli bocah SD sebut saja Melati (7), SB (45) guru ngaji asal Dusun Krajan, Desa Sentul, Kecamatan Sumbersuko, dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Sumbersuko, Senin (8/1) malam.

Karena Polsek Sumbersuko tidak memiliki penyidik perempuan juga khawatir tidak maksimal, kemudian kasus dugaan pencabulan itu oleh Polsek Sumbersuko dilimpahkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Lumajang. (cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: